Sunday, May 13, 2012

Hijab Tutorial - Square Pashmina

Asalammualaikum sistas :)

Today I will try to give some tutorial for square pashmina. The material that I use is kerudung paris with tie dye pattern. Check it out!


Step 1 : Ambil ujung dari pashmina, dan sematkan di samping telinga


Step 2 : Tarik ujung yang satu lagi ke kanan


Step 3 : Tarik ke belakang kiri


Step 4 : Tarik pashmina ke atas kanan, lalu disematkan pin.




Step 5 : Pashmina sebelah kiri di pindahkan ke depan


Step 6 : Tarik pashmina ke depan ke arah kanan


Step 7 : Tarik pashmina terus ke atas sampai ke bagian kiri dan sematkan dengan pin





Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Saturday, May 12, 2012

Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan untuk mengikuti seminar "Mempersiapkan Dana Pendidikan Untuk Anak" yang diselenggarakan oleh sekolah dan daycare "Bintang Waktu" tempat anak saya bersekolah. Alhamdulillah, saya sudah mempunyai asuransi unit link untuk anak saya dan reksadana saham. Namun itu semua tidak cukup :( Setelah saya mendengar penjelasan dari mbak Rakhmi Permatasari, seorang Financial Planner dari Safir Senduk & Rekan. Berikut penjelasannya:



foto from : http://www.scasd.org/Domain/534

Fakta :
1.Uang masuk TK, naik 10x lipat dalam kurun waktu 10 tahun. Ini dapat kita lihat dari data bahwa pada tahun 1980
uang masuk TK sekitar Rp. 250,000 - 500,000,sedangkan pada tahun 2011, berkisar pada Rp. 4,000,000 - 10,000,000.
2.Berdasarkan index inflasi, biaya pendidikan di Indonesia naik sekitar 10% tiap tahunnya.
Sekolah swasta bahkan bisa mengalami kenaikan 15 - 20% tiap tahunnya
3.Kenaikan ini berlaku hampir merata di setiap jenjang pendidikan



Ada beberapa cara investasi yang orang tua lakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan anaknya :

Old style
- Emas
- Tanah
- Sawah
- Ternak

Common Style
- Tabungan Pendidikan
- Asuransi Pendidikan

Modern Style
- Reksadana
- Unit Link
- Saham
- Obligasi

Data Investasi
Jenis Investasi Hasil 10 Tahun Terakhir
Emas 15.5%
Properti 20.12%
RD Saham 34.80%
Saham 22.60%
Saham Blue Chip 42,40%
Obligasi 15.60%
Sedangkan untuk asuransi pendidikan unit link dan deposito lebih kecil lagi.

Apa yang harus kita lakukan????


1. Tentukan visi dan misi anak kita dari sekarang hingga masa yang akan datang secara detail
contoh : saya ingin memiliki anak yang menguasai agama secara baik, mampu berkompetisi secara internasional, menguasai bahasai Inggris dengan sangat baik,kritis, kreatif, dan mampu hidup mandiri.

Maka :
Karena ingin menguasai agama yang baik, maka ingin menyekolahkan anak di sekolah islam, dengan kurikulum internasional, bahasa Inggris. Sekolah yang memacu sifat kritis dan kreatif si anak, hidup mandiri hingga sekolah di luar negeri.

2. Sesuai visi dan misi tersebut di atas, maka orang tua mencari sekolah yang tepat. Waktunya untuk "Survey Biaya Pendidikan"

Contoh :
TK Islam "Bintang Waktu"
Biaya saat ini : Rp. 3,500,000
SD Attaubah
Biaya saat ini : Rp. 7,000,000
atau SD Al-Azhar
Biaya saat ini : Rp. 23,500,000
SMP Negeri 99
Biaya saat ini : Rp. 15,000,000
SMAN 77, 21, atau SMAN 8
Biaya saat ini : Rp. 15,000,000
Kuliah
Biaya saat ini : +/- Rp. 50,000,000

3. Hitung biaya pendidikan di masa yang akan datang + inflasi pendidikan.

saya asumsikan tingkat inflasi 10% sampai SMA, dan 15% ketika masuk kuliah
Jenjang sekolah Biaya Saat Ini --> Biaya Masa Depan
TK (1 tahun lagi) Rp. 3,500,000 --> Rp. 3,850,000
SD (3 tahun lagi) Rp. 7,000,000 --> Rp. 9,317,000
SMP (9 tahun lagi) Rp. 15,000,000 --> Rp. 35,370,000
SMA (12 tahun lagi) Rp. 15,000,000 --> Rp. 47,070,000
Kuliah (15 tahun lagi) Rp. 50,000,000 --> Rp. 406,850,000
Total Rp. 90,500,000 --> Rp. 502,457,000

4. Sesuaikan dengan dana yang dimiliki, atur strategi. Jika tidak cukup, buatlah rencana cadangan.
Gunakan "Financial Planning Style"
a. Tujuan Keuangan vs Investasi yang tepat
b. Tujuan Keuangan vs Kemampuan menerima resiko
c. Tujuan Keuangan vs Keadaan Keuangan saat ini

Untuk investasi jangka pendek : 1- 3 tahun, dengan resiko yang kecil, alternatifnya : deposito, reksadana pasar uang, atau dengan tabungan pendidikan
Untuk investasi jangka menengah : 3 - 5 tahun, Emas (logam mulia), reksadana pendapatan tetap
*Untuk jangka panjang, lebih dari 5 tahun emas kurang cocok untuk investasi, karena kenaikannya stabil dan dipotong 2,5% untuk zakat mal*
Untuk investasi jangka panjang : 5 - 10 tahun atau lebih, reksadana saham, properti, tanah, sawah, dll

Berdasarkan seminar tersebut, langkah2 yang harus saya lakukan :
1. Hitung ulang dana pendidikan untuk Abrar
2. Cairkan unit link, alihkan ke bentuk investasi yang lain
3. Mengatur strategi, investasi yang terbaik sesuai dengan tujuan investasinya (jangka pendek, menengah, atau panjang)

Bismillah, semoga Abrar bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik dan menjadi anak yang soleh, pintar, cerdas, kritis, kreatif dan mandiri. Amin



Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, May 10, 2012

Why Daycare?

Ketika orang tua diberikan anugerah oleh TUHAN untuk mempunyai seorang anak, itu bukanlah tugas yang sederhana. Lebih dari itu, ini adalah tugas yang sangat berat, dengan tanggung jawab yang besar pula, namun merupakan tugas yang mulia. Begitu juga dengan saya dan suami. Ketika ALLAH meng-anugerahi kami seorang bayi laki2 yang Alhamdulillah sehat dan lucu, kehidupan kita berubah hinggal 180 derajat. Di sini ada tanggung jawab, tugas yang harus kami emban bersama, namun lebih dari itu, anak merupakan sumber kebahagiaan bagi kami berdua. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana hidup kami bila tanpa kehadiran "dia". Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan yang terbaik sebisa mungkin untuk anak ini. Menurut kami yang terbaik, belum tentu yang terbaik menurut orang tua lainnya. Begitu pun dalam hal pengasuhan anak, mendidik, membesarkan dan menanamkan nilai2 kehidupan.

Ketika Abrar berumur 2,5 tahun, sudah berganti 9 orang nanny. Sebagai orang tua, sebenarnya berat untuk saya memberikan pengasuhan anak pada orang lain, apalagi orang itu adalah orang yang baru buat kami sekeluarga. Sempat terpikir untuk berhenti bekerja, dan menjadi FTM untuk anak kami semata wayang ini. Namun ide tersebut untuk saat2 ini tidak dapat dilakukan. Kami harus realistis, hidup ini butuh materi, untuk makan, penghidupan yang layak dan sekolah Abrar nantinya. Pada akhirnya, tercetus dalam benak saya untuk menitipkan anak kami di daycare, yaitu penitipan anak. Saya banyak browsing, dan mencari2 informasi mengenai daycare. Tentu saja, saya menginginkan segalah sesuatu yang terbaik untuk Abrar, begitu pula untuk daycare-nya. Sampai pada akhirnya, saya menemukan sebuah daycare, yang Alhamdulillah sangat dekat dengan rumah dan masih baru yang bernama "BINTANG WAKTU", school and daycare, dengan berbasis montessory islami. Alhamdulillah, memang saya ingin memberikan dasar2 agama yang kuat untuk anak saya. Agama, itu yang paling penting. Tidak masalah bagi saya, apabila di umur2 sekarang ini Abrar belum bisa berbahasa Inggris, membaca, menulis, menghitung dan lain2. Yang paling terpenting tentunya dasar agamanya, sebagai tiang kehidupannya. Keinginan saya untuk menitipkan anak di daycare, tidak serta merta disetujui oleh suami. Suami saya beranggapan bahwa saya seperti ingin "membuang" anak saya ke tempat penitipan anak. Setelah pembicaraan yang sangat alot, akhirnya suami saya memberikan izin untuk saya memasukan anak ke daycare. Alhamdulillah, keputusan yang saya ambil ini tidak membuat saya kecewa.




Why Daycare?


Jawaban saya : Why nanny? babysitter, pembantu atau apalah itu namanya.
Ketika anak diasuh oleh pembantu, mau disebut itu nanny atau babysitter, apakah perkembangannya akan lebih baik?. Bukankah di daycare, anak itu diasuh oleh guru. Di sana, anak belajar kemandirian, jadwal yang teratur, dididik oleh guru, yang memang benar2 mempunyai ijazah, pendidikan yang sesuai dengan itu. Sedangkan ketika dengan pembantu, anak lebih banyak disuruh nonton TV, nonton sinetron, mendengarkan obrolan si "mbak" di handphone, kegiatan yang menurut saya tidak medidik. Mungkin ada pembantu yang berusaha untuk mengajarkan anak, namun berbeda dengan cara mengajarkan seorang guru yang memang pekerjaannya adalah mengajar.

Kok tega? Anaknya seperti dibuang ke tempat penitipan anak. Kayak ga mau mengasuh sendiri.

Hm.. kalau ibu2 bekerja, anaknya diasuh sama pembantu, bukannya sama aja ya? Ketika anak di daycare, dia belajar kemandirian, how to sharing with others dan bersosialisasi. Anak saya belajar bagaimana : makan sendiri, membereskan mainan, menaruh kembali sepatu di rak sepatu, mencuci bekas makanan sendiri, dan lain-lain. Dia belajar untuk mandiri. Melakukan segala sesuatu sendiri, itu bagus bukan. Selain itu, dia belajar untuk bersosialisasi dengan orang lain, sharing, berbagi dengan yang lain. Bukannya itu akan menjadikan anak untuk tidak egois. Pada akhirnya anak itu akan berada di lingkungan di mana dia diharuskan untuk beradaptasi, bersosialisasi dengan orang lain, tidak selamanya anak itu akan berada di rumah. Di tempat yang selalu melindungi dia, mengikuti apa kemauan dia, tapi lebih dari itu. Ketika dia dilepaskan pada kehidupan nyata, bahwa tidak selalu dia yang menjadi titik perhatian, tapi ada orang lain dengan sifat dan perilaku yang berbeda pula. Di sini dia diharapkan untuk membawa dirinya dengan sebaik mungkin.

Mengapa daycare yang berbasis montessory islami? kan banyak daycare2 dengan kurikulum bahasa Inggris


Seperti di awal saya bilang, kalau buat saya agama adalah dasar dari segala kehidupan. Saya ingin anak saya mempunyai dasar agama yang kuat, sebagai tiang kehidupan dia ke depannya. Oleh karena itu, agama itu sangat penting. Dan mengapa montessory, karena montessory mengajarkan segala sesuatu sesuai dengan keinginan anak. Kalau anak itu ingin belajar menggambar, dia bisa menggambar. kalau dia ingin bernyanyi, dia bisa menyanyi. Jadi segala sesuatu diserahkan sesuai dengan keinginan dan kemauan si anak. Dan segala sesuatu yang diajarkan kepada si anak, dilakukan seperti sedang bermain2. Belajar sambil bermain. Ini juga hal yang penting untuk saya. Anak2 itu memang waktunya untuk bermain. Jadi si anak tidak merasa terpaksa untuk belajar segala sesuatu. Biarlah dia menikmati masa kanak2nya, dengan bermain sesuka hatinya.

Alhamdulillah, sejauh ini saya cukup puas dengan daycare tempat Abrar. Mudah2an ini adalah keputusan yang terbaik untuk kami. InshaALLAH, kami terus berusaha untuk menjalankan tugas kami sebagai orang tua dengan sebaik mungkin, semaksimal yang kami bisa.



Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, May 3, 2012

BALI (day 3)

Hari terakhir di Bali, saya nikmati dengan menikmati fasilitas hotel. Hotel tempat saya menginap, sebenarnya fasilitasnya standar, dengan kolam renang. Namun posisinya yang berada di dalam discovery mall, Jl. Kartika, menghadap ke pantai. Kolam renangnya ada 2, yaitu terletak di Kafe Ocean 27 dan Kafe Segarra. Namun untuk Kafe Segarra, tidak gratis, harus bayar IDR. 20,000 *hm.. aneh yaa..*. Pagi ini setelah breakfast, kami mencoba kolam renang di Kafe Ocean 27, dilanjutkan dengan bermain ombak dan pasir di pantainya.

1. AREA BREAKFAST




2. KOLAM RENANG







3. PANTAI



untuk ke pantai, holiday outfit yang saya pakai : rok tie dye dipadu dengan kaos. Dan untuk hijabnya, cotton shawl dengan dalaman ninja dari bahan kaos juga.



Tak terasa sudah jam 10.30, kita harus bersiap2, mandi, check-out, dan ke bandara international Ngurah Rai. Karena pesawat yang kami booked akan berangkat pada pukul 13.10 *meskipun pas kami ke Bandara, pesawat delay 1 jam :(*, kami harus berangkat jam 11.30 dari Hotel. Berat rasanya meninggalkan Bali, meninggalkan suasananya, pantainya, makanannya, semuanya *hikkss...*

Sebelum pulang, saya sempatkan untuk berfoto di sekitar lobby hotel, sebagai kenang-kenangan.


Saya memakai WLP warna ungu muda dan kaos lengan panjang dengan warna senada. Untuk outernya, memakai batwing cardigan warna baby pink. Semuanya dari bahan kaos termasuk hijabnya, yaitu ponytail motif bunga2 ungu.


Abrar di atas pesawat, asik baca2 buku :D

Sampai di Terminal 3, Soekarno Hatta, setelah turun dari pesawat kami meneruskan perjalanan dengan bis menuju pintu kedatangan. Abrar, senang naik bis :) Dia sangat enjoy setiap perjalanan memakai alat transportasi apa pun. Cars, airplanes and trains are favorite toys.



Abrar's holiday outfit : celana pendek, kaos kutung, topi cowboy dan sendal crocs

We are really enjoy our Holiday. Cuaca di Bali juga sangat mendukung, tidak terlalu panas, dan tidak ada hujan. Yang paling saya rindukan dari Bali adalah suasana, yaitu suasananya selalu liburan. Setiap orang berpakaian santai, sendal jepit, kacamata hitam, topi bundar, dll. Toko2 kecil sepanjang Seminyak, Legian dan Kuta. Meskipun saya tidak berbelanja, tapi cuci mata saja juga sudah senang :) So, next time InshaALLAH we'll be back :) BALI, kami akan kemBALI.


Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Tuesday, May 1, 2012

Bali (Day 2)

Untuk hari kedua kami di Bali, acaranya lumayan padat. Karena, kesalahan gw dalam memesan tiket yang harusnya hari Jum'at berangkat balik Senin. Tapi, yang di-booked malahan hari Sabtu berangkat, dan baliknya tetep hari Senin, jadi kita hanya punya waktu 1 hari yang lowong, untuk jalan2. Makanya hari kedua ini, jadwal kita padat merayap dari pagi sampai malam :D Alhamdulillah, Abrar ga rewel dan enjoy it!

Pagi jam 8 pagi, dimulai dengan breakfast di hotel. Ngeliat kolam renang, Abrar bawaannya mau buka baju n berenang aja. Tapi untungnya ga pake nangis dan rewel. Sewa mobil karimun, dengan harga sewa IDR. 150,000 + supir 10 jam IDR. 85,000. Beli bensin IDR. 50,000, lunch dan tipping IDR. 20,000. Jam 9 pagi, berangkat ke Tj. Benoa. Rencananya kita mau naik glass boat ke pulau penyu, liat penangkaran penyu. Tapi sampai tj. Benoa, Abrar takut ga mau naik kapal. Yowes, nongkrong sebentar di tepi pantai, sambil ngeliat kakak gw n temen2nya main banana boat dan jetski. Kakak gw juga ke Bali bareng temen2nya dalam rangka menghadiri pernikahan temen kantornya, dan dilanjutkan dengan acara jalan2.



Abrar's holiday outfit : topi cowboy dari kain (jadi ga panas), kaos, celana pantai dan sendal crocs.


My holiday outfit : materialnya masih bahan kaos. Hari ini saya pakai tie dye WLP, atasannya batwing. Dan untuk hijabnya, jilbab sosor. Enak banget nih, instant hijab yang ga susah makenya. tinggal dikalungin aja. Simple dan menurut gw keren :)

Setelah nongkrong sebentar di tj. benoa, perjalanan dilanjutkan ke Bali Bird Park. Beli tiket untuk bertiga IDR. 206,000, sudah termasuk tiket Bali bird park dan taman reptil *namanya kalau ga salah*. Alhamdulillah, Abrar senang liat burung2 dan reptil yang ada di sana. Saya dan suami juga senang, karena penataan yang sangat indah dan nyaman. Rasanya ga mau pulang dari sana :D


Ekspresi kebahagiaan my hubby dan Abrar :D


Ekspresi kebahagiaan saya dan Abrar :D











I can stay here all day, just sit and relax. Enjoy the scenery with winds blow.



Abrar asik main di playground-nya Bali Bird Park,sampai2 harus dirayu untuk keluar dari tempat bermain. Kami menuju taman reptilia yang bersebelahan dengan Bali Bird Park.






Selesai jalan2 di Bali Bird Park dan Taman Reptilia *bener ga sih namanya?, hehehe lupa*, kami melanjutkan perjalanan menuju Krisna, Sunset Road, tempat penjualan oleh2 yang lumayan besar. Saya malas mencari oleh2 di pasar Sukawati, selain karena tempatnya yang sempit dan panas, saya juga malas menawar. Lagian, kalo bawa anak, kayaknya repot deh. Secara anaknya juga super aktif :D. Kami sempat mampir ke KFC untuk makan siang, sebelum ke Krisna.

Setelah dari Krisna, saya meminta supir untuk memulangkan kami ke hotel saja. Saya minta pak supir untuk jalan melewati seminyak, dan legian. Meskipun sebenarnya masa sewa mobil kami masih sampai jam 7 malam, namun jam 5 sore kami sudah sampai hotel.Rasanya badan ini sudah capek. Maklum faktor U :D.

Sampai hotel, kamar kami sudah dirapihkan dan di atas tempat tidur sudar tertata burung2an dari handuk dan hiasan kelopak bunga mawar merah, disertai ucapan Happy Wedding Anniversary. Alhamdulillah, tanggal 29 April 2012 adalah tanggal ulang tahun pernikahan kami yang ke-5.



Setelah istirahat sebentar, mandi, solat Magrib, kami pun memulai perjalanan kami kembali menuju Legian. Namun kali ini on foot alias jalan kaki :D. Kami mencoba jalan pantai, dari depan hotel. Ternyata jalan lewat pantai lebih cepat daripada lewat jalan biasa. Keluar di pantai kuta, tepatnya di depan HardRock Cafe.



Jalan melewati poppies lane 1 dan 2, tembus ke Monumen Legian. Kami memutuskan untuk kembali ke hotel melalui jalan biasa, lewat Jl. Legian, Kuta sampai ke Jl. Kartika *tempat kami menginap*. Untuk melewati malam yang tersisa, jam 9 malam kami memutuskan untuk makan dan melewati malam memandang pantai, dan bulan, bersantai di sofa yang ada di cafe Ocean 27, yang letaknya di depan hotel kami.


Kami memesan pizza (IDR 85,000 ++) , lasagna (IDR 95,000 ++), 2 juice (IDR 35,000 ++/pc) dan ice cream (IDR 40,000 ++) belum termasuk pajak dan service charge 21%. Karena kami menginap di home@36, maka kami mendapatkan potongan harga sebesar 20% for food only. Tauknya porsinya lumayan besar. Untuk pizzanya, sebesar ukuran large. Untuk lasagnanya, juga cukup besar dan daging cincangnya juga banyak. Overall, makanannya enak dengan porsi yang cukup besar. Kami tidur2an, santai di sana sampai jam setengah 11 malam.


Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...