Labels

Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts

Thursday, May 30, 2013

Learning English with Dora The Explorer

Abrar loves books, Her mom force him to love books.. We like going to book stores and buying some books. I usually pick some books for him, but before buying I will ask him first. Or he pick books then I will select them. Last week-end ( I don't remember the exact date) we bought some books at book store and one of the book was Dora the explorer. At home, as usually Abrar will ask me to read him books. I haven't seen inside of Dora's explorer book before, and I was suprised that the content is really educational. The book is consist 2 language (bilingual) and very attractive. I usually read the English version and if there's question ,I explain it in English. Recently Abrar is really love these books.



I think it's really helpful. I can teach English language to Abrar through these books. I was also suprised that Abrar is understand the questions in book and can answer it correctly. If he was asked to point out "Triangle", he will point it to "triangle" picture. Or, if he was asked,"If we don't know which way to go. Who do we call for help?" Then he replied,"Map". There are also little difficult questions on book, like,"Which truck do Boots call to help him to lift up above the crocodile lake?", Abrar will point to "Fire Truck". And any other questions. If he didn't understand the question, I try to explain it in English. I really suprised, because his school is not using English, only in Bahasa, but he can understand and follow Dora's books. I will buy more English books for him :)

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, May 23, 2013

Media untuk Mengajarkan Anak

Sebagai seorang ibu dari anak laki2 berumur 4 tahun yang super-duper energetik, dan tidak ada takutnya. Kadang2 gw sering agak frustasi dan sangat sedikit stress menghadapi kelakuannya. Abrar kalau udah di mol, atau jalan2 ke mana aja, bawaannya lari2 aja gitu. Terus kabur2an ke mana gitu. Emaknya yang bingung, nyari2 anak sampe keriting nih mulut teriak2 di tengah mol. Bodo deh dikira orang gila sama orang2 di sekitaran juga, apa boleh buat. Udah ga ada lagi deh pencitraan, yang penting anak bisa ketemu. Nanti anaknya sudah ketemu, dikasih tauk ibunya,"Abrar jangan jauh2 dong dari ibu, ibu takut. Nanti kalo ga ketemu ibu lagi gimana?". Anaknya ngangguk2, bilang Iya. Eh, ga berapa lama udah kabur2an lagi. Walhasil, ke toko niatnya mo beli barang atau makan, yang ada cuma main petak umpet dan kejar2an sama anak *narik nafas panjang* :(. Sampai pada suat ketika, Abrar bawa buku yang masih diplastikin dana dia suruh gw untuk bacain buku itu. Gw juga lupa, kapan ya gw beli buku itu?Dan kenapa masih belum dibuka? Ya anggap saja ini buku merupakan buku yang diberikan oleh TUHAN untuk mengatasi permasalahan gw :).


Judulnya,"Tersesat". Jadi buku ini cerita tentang seorang anak, namanya Alvin, yang ikut ibunya ke pertokoan, untuk membeli baju. Sebelumnya ibunya pun berpesan pada Alvin untuk tidak jauh2 dari ibunya. Namun anaknya lama2 bosan, dan pergi ke toko mainan tanpa sepengetahuan ibunya. Akhirnya ibu dan anak itu saling cari2an. Pada saat anak kehilangan ibunya itu, ada perkataan Alvin yang sedikit gw dramatisir :

Alvin: Bagaimana kalau nanti ada orang jahat? Bagaimana kalau aku tidak bisa ketemu ibu lagi?

versi gw :
Alvin : Bagaimana kalau ada orang jahat? Bagaimana kalau ada yang culik aku? Bagaimana kalo nanti aku diculik, disuruh kerja, ga boleh makan, ga dikasih mainan, disuruh kerja di lampu merah. Ga bisa tidur di kasur, ga bisa ketemu ibu lagi? bla bla bla..
dengan suara lirih, diakhiri dengan "hiks..hiks..hiks.." kesedihan yang mendalam

Akhir cerita, anak dan ibu itu bisa berketemu kembali. Alvin pernah diberi tahu oleh ayahnya, kalau tersesat dia harus mencari petugas keamanan dan menuju ke pusat informasi. Setelah pusat informasi meng-informasikan-nya melalui pengeras suara, ibunya pun dapat bertemu dengan Alvin. Ibu memeluk Alvin, dan dia memberikan Alvin hadiah mobil2an karena sudah bertindak pintar, dengan mencari petugas keamanan, namun dia juga mendapatkan hukuman karena tidak mendengarkan pesan ibu untuk tidak jauh2 dari ibunya, dengan hukuman tidak boleh main bola bersama teman2nya selama seminggu. Menurut gw, endingnya bagus dan ibunya sangat bijaksana.

Setelah selesai dibacain buku itu, Abrar bilang,"Ibu, ibu jangan jauh2 ya sama Abrar". Dijawab ibu,"Iya Brar, Abrar juga jangan jauh2 ya, nanti ibu ga bisa ketemu Abrar lagi.". Terus kita berpelukan, dan Abrar pun nangis tersedu2 *anak gw sometimes agak lebay, kayaknya nurun dari ibunya*. Keesokan harinya, kita jalan2 ke mol, Alhamdulillah Abrar stay tune deket2 ibunya.

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, March 28, 2013

Public Enemy

Salah satu temen gw BBM gw :

Risa : Td gw ngomong agak kenceng, eh diomelin sama mbak Cinta. Karena mereka ga ngajak Dinda. Mereka ga mau Dinda ikut.
Gw : Kenapa emangnya?
Risa : Ga tau tuh. Kurang respect aja katanya.
Gw : ooh
Risa : Jangan ngadu ye. Si Sisi aja kan punya BB, terus si Dinda minta pinnya. Abis gitu si Sisi alesan kalo BB-nya error n terpaksa pin-nya Dinda dihapus. Padahal dia ga mau temenan, soalnya kalo apa2 maksa.com katanya.
Gw : ooh..
*nama disamarkan*

Gw, kenal dengan Risa, Dinda dan Sisi. Mereka semua temen gw. Tapi gw sendiri ga punya alesan untuk ga bertemen dengan Dinda. Emang sih, Dinda itu agak cerewet, bawel, little bit annoying sometimes. Tapi, gw sih ngerasa fine-fine aja so far. Gw ga pny alesan untuk memusuhi orang lain, atau mengucilkan meskipun orang itu agak annoying. Gw selalu berusaha untuk memahami dan menerima semua sifat dan kelakuan orang lain. Karena gw tauk, kalo sifat dan kelakuan gw juga belum tentu lebih baik dari orang lain. Gw agak kaget aja sih, kalo si Dinda itu become public enemy buat temen2 gw yang lain. Dan gw rasa, ga cuma Risa dan Sisi aja yang ngerasa feel insecure bertemen sama Dinda, beberapa temen gw yang lain juga feel same way. Mudah2an gw selalu bisa menempatkan diri di antara temen2 gw yang lain dan mereka merasa nyaman bertemen dengan gw. It's not easy to pleased everybody, but I try my best to be the nice one :).

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Sunday, February 3, 2013

Baca Buku

Gw punya kebiasaan membacakan buku sebelum tidur ke anak. Meskipun pada prakteknya, tidak hanya sebelum tidur, tapi kapan pun Abrar mau dibacain buku. Sampai2, tengah malam, Abrar bisa loh bangun untuk minta dibacain buku sama ibunya, dan ga tanggung2 ga cuma 1 buku tapi bisa 3 buku (ibunya nyerah 3 buku paling banyak). Kebayang kan lagi ngantuk2nya, lagi enak2nya tidur, dibangunin hanya untuk bacain buku :( Tapi karena mintanya bacain buku, okelaah.. demi kebaikan ya sayang, ibu meskipun matanya udah 5 watt, tetep semangat bacain buku.

Oleh karena itu, saya sering membelikan buku untuk Abrar. Apalagi kantor saya tinggal ngesot doang ke Gramedia. Tinggal turun ke lantai 3, voila di sudah Gramedia. Alhamdulillah, senangnya :). Buku2nya Abrar kebanyakan mengenai mobil, dan kereta api. Yap, anak saya adalah penyuka transportasi. Maklum lah namanya juga anak cowok. Daripada sukanya Barbie :D hihihihi... Buku2nya kebanyakan adalah ensiklopedia seri anak, dan dipilih yang tipis supaya dia tidak bosan, dan ibunya juga tidak capek bacainnya (pemalas) :D. Kenapa ensiklopedia?

Menurut Wikipedia :
Ensiklopedia (/énsiklopédia/) adalah sejumlah tulisan yang berisi penjelasan yang menyimpan informasi secara komprehensif dan cepat dipahami serta dimengerti mengenai keseluruhan cabang ilmu pengetahuan atau khusus dalam satu cabang ilmu pengetahuan tertentu yang tersusun dalam bagian artikel-artikel dengan satu topik bahasan pada tiap-tiap artikel yang disusun berdasarkan abjad, kategori atau volume terbitan dan pada umumnya tercetak dalam bentuk rangkaian buku yang tergantung pada jumlah bahan yang disertakan

Saya ingin buku yang dibacakan untuk Abrar tidak hanya berupa cerita, tetapi terdapat informasi2 penting di dalamnya, pengetahuan2 umum yang menambah wawasannya. Makanya ga heran, kalau Abrar hafal nama2 kereta, seperti : Maglev = kereta api cepat di Cina, Shinkansen = kereta api cepat di Jepang, TGV = Kereta api cepat di Perancis, AVE = kereta api cepat di Spanyol, Eurostar = kereta api cepat di Eropa. Selain itu, dia juga tahu, kalo kereta api uap itu bahan bakarnya kayu bakar, terus ada lagi kereta api diesel, yang bahan bakarnya Bensin, dll. Awalnya saya membelikan buku2 ensiklopedia anak yang berkaitan dengan transportasi, yang memang Abrar suka. Tapi saya juga membelikan buku2 yang lain. Seperti tentang Langit. Di langit itu ada apa? Kalau mau melihat bintang pakai apa? Apa itu bulan? komet? Matahari? Bintang? Planet? Peristiwa bumi berputar mengelilingi matahari apa namanya? Bulan mengelilingi bumi, bumi berputar pada porosnya selama berapa lama?dll. Atau tentang melahirkan, asal muasal bayi dari mana? Apa itu sperma, indung telur, zygot, janin sampai akhirnya bayi? Berapa bulan dikandung? hihihihi... kata nyokap gw, "Emangnya si Abrar ngerti apa? Masih sekecil itu diajarin hal2 seperti itu". Ga tauk gw yang terlalu berlebihan, tapi gw selalu memperlakukan Abrar sebagai pribadi yang mempunyai akal pikiran, teman untuk sharing dan mengeluarkan pendapat.

Pada akhir cerita, gw juga akan bertanya pada Abrar kesimpulan dari buku yang sudah gw bacain. Gw akan menanyakan, apa sih isi bukunya? Dan gw akan suruh Abrar untuk cerita tentang buku yang gw bacain. Dan ga sampai situ aja, kadang2 dalam keseharian gw suka nanya pengetahuan2 yang dia dapat dari buku. Seperti :
Ibu : Brar, kalau mau liat bintang pakai apa sih?
Abrar : Teleskop.
Ibu : Brar, ini yang ibu pegang apa namanya? (sambil nyetir),
Abrar : Setir.
Ibu : Brar, ini yang ibu injek namanya apa?
Abrar : Gas
Ibu : Kalau yang dipegang ini, untuk ganti gigi apa?
Abrar : Persneling

Hehehe.. kayak tes aja ya :D

Tapi gw juga ga memaksakan Abrar untuk dibacain buku yang mana, terserah dia maunya yang mana. Malahan, dia yang selalu minta untuk dibaca buku. Kadang2, 1 buku bisa dia minta bacain berhari2, sampai bosan ibunya *qiqiqi..*. Tapi gara2 sering dibacain buku, makanya dia jadi hafal.

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Tuesday, December 18, 2012

Nasibmu di Dompetmu - Andreas Hartono

"Investasi kamu apa aja?".

Pernah ga kamu mendapatkan pertanyaan seperti ini? Terus apa jawabannya?

"Saya ga punya uang lebih, jadi untuk apa saya berinvestasi?".

atau ada yang berkata sebaliknya seperti ini :

"Saya bukan orang kaya, jadi saya butuh investasi. Apalagi biaya2 yang diperlukan semakin meningkat. Inflasi terjadi setiap tahun, yang mengakibatkan harga2 naik. Selain itu, biaya pendidikan dan kesehatan sangatlah mahal. Oleh karena itu saya harus berinvestasi".

Gw dulu penganut jawaban yang pertama, namun sekarang gw beralih ke orang kedua. Kenapa begitu? Dulu saya berfikir, biarlah TUHAN yang mengatur semuanya. Toh rezeki di tangan TUHAN, as long as kita mau berusaha. Lagian gw juga kerja, tiap tahun gaji naik. Masalah investasi ga ada deh di pikiran gw. Biaya pendidikan anak, ah itu gampang tinggal pake asuransi unitlink investasi + kesehatan, selesai masalahnya. Tapi masalahnya, selesai tidak? Coba deh hitung lagi dana pendidikan anak (ini yang paling crucial buat gw selain biaya kesehatan, Alhamdulillah untuk biaya kesehatan, kantor tempat saya bekerja sudah meng-cover-nya. Tidak hanya untuk saya, namun juga untuk anak dan suami). Setiap tahun biaya pendidikan itu naik antara 10 sampai 20%. Sedangkan gaji naik mengikuti inflasi (inflasi sekitar 10%). Jadi, bisa kekejar atau enggak? Jawabannya "TIDAK". Jadi apa yang harus gw lakukan? Gw harus belajar banyak mengenai investasi, bagaimana mengelola uang dengan baik. Yang tadinya gw itu konvesional, menabung di bank, deposito, sekarang berusaha untuk membuka mata lebar2 dan berusaha untuk memutar otak, mencari jalan supaya investasi yang saya pakai berkembang dengan baik sesuai dengan kebutuhan. Seperti membeli buku yang satu ini,"NASIBMU DI DOMPETMU"


Sebelum kita berinvestasi, kita ubah mindset kita terlebih dahulu. Seseorang yang bernama Stephen R. Covey penulis buku terkenal 7 habist of High Effective People
pernah menantang peserta seminarnya dengan bertanya dalam ini apakah anda menginginkan perubahan besar atau perubahan kecil? Ini jawabannya :

"Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup Anda, maka ubahlah perilaku Anda. Namun kalau Anda menginginkan perubahan besar dalam hidup Anda, maka ubahlah pikiran Anda"


Pengarang menemukan sebuah formula yang disebut "CRAFT" yang mampu mengubah cara pikir dia dan menjadikan sesuatu yang dianggap sial atau buruk sebagai sebuah keberuntungan yaitu :

CRAFT
Cancel - Batalkan dan katakan tidak
Replace - Ganti dengan yang diinginkan
Affirm - Afirmasikan pikiran positif yang diinginkan
Focus - Fokus pada hasil positif yang diinginkan
Train - Latih atau ulangi terus-menerus dari awal


Menabung dan Berinvestasi

Menabung di bank memang aman, dan gampang untuk diambil kapan pun kita butuh. Apalagi dengan adanya fasilitas ATM, Internet banking, mobil banking, maka nasabah akan sangat mudah mengambil uang atau melakukan transaksi tanpa harus ke bank. Namun bunga bank hanya berkisar 2% pertahun, sedangkan inflasi rata2 10%, sehingga pertumbuhan uang kita kalah cepat dengan kenaikan harga yang terjadi tiap tahunnya. Oleh karena itu, kita perlu berinvestasi untuk mendapatkan pertumbuhan uang yang paling maksimal dan apabila tujuannya tidak jelas, maka investasi yang dipilih dapat menjadi salah bahkan merugikan.Instrumen investasi sangat banyak sekali, seperti deposito, obligasi, saham dan reksadana.

Deposito : deposito yang dikeluarkan oleh Bank, disebut deposito berjangka (time deposit). Ada yang berjangka 1,3,6 bulan hingga 1 tahun. Artinya uang Anda akan ditahan oleh bank selama jangka waktunya, dengan imbalan bunga atas nilai pokok yang kita setorkan kepada bank. Bunganya berkisar 5%.

Obligasi : prinsip obligasi mirip dengan deposito, namun produk ini diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan, yang berbeda jangka waktunya yaitu antara 1 - 3 tahun. Bunganya pun lebih tinggi sekitar 1 - 3% dari deposito berjangka

Saham : saham adalah produk investasi yang diterbitkan oleh perusahaan go public. Pemilik perusahaan selain dari modal sendiri, juga berutang pada bank atau investor, masih memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan usahanya, yaitu dengan menjual sebagian kepemilikannya (saham) kepada investor publik.Ketika perusahaan bertumbuh dengan baik, makan memiliki profitabilitas yang tinggi sehingga kita sebagai pemilik saham juga akan merasakan efek pertumbuhan nilai saham yang semakin tinggi pula. Tapi tentu saja "HIGH RISK, HIGH RETURN". Anda bisa untung besar, namun anda juga punya risiko yang tinggi untuk sangat rugi.

Reksadana : Gabungan instrumen deposito, obligasi dan saham dalam satu produk yang memiliki pertumbuhan relatif tinggi namun risikonya relatif aman.Dalam reksadana ada Manajer Investasi, yaitu lembaga yang melakukan pengumpulan dana, yang diawasi secara ketat oleh pemerintah. Namun pertumbuhan reksadana bisa mencapai 25% per tahunnya.

Manajemen Utang

Utang itu ada yang sifatnya baik dan ada juga yang jahat. Utang baik apabila nilai benda yang kita utangi tersebut nilainya bertambah dari waktu ke waktu, sedangkan utang jahat apabila sifatnya konsumtif dan nilainya berkurang dari waktu ke waktu. Satu hal yang membuat hidup paling rusak adalah karena utang kartu kredit. Sedangkan utang yang baik, seperti kita membeli KPR rumah, yang dalam 10 tahun ke depan, harganya akan berlipat ganda.Apabila anda terlilit utang jahat, yang anda harus lakukan adalah STOP UTANG. Lunasi utang kartu kredit anda tiap bulannya.

Tujuan Finansial dan Tahapan Perencanaan Keuangan

Tujuan Finansial terbagi 3 :
1. TF Primer : tujuan finansial yang harus dimiliki setiap orang, yang terdiri dari :
a. Dana Darurat
b. Dana Proteksi
c. Dana Pendidikan Anak
d. Dana Pensiun

2. TF Sekunder : tujuan finansial yang bersifat kepada produktivitas seseorang atau mendasar tidak mendesak yaitu :
a. Dana pemilikan rumah
b. Dana pemilikan kendaraan bermotor
c. Dana pernikahan anak
d. Dana melanjutkan S2 atau S3
e. Dana training ke luar negeri
f. Dana modal usaha

3. TF Tersier : Tujuan finansial untuk pemenuhan gaya hidup seperti :
a. Dana Liburan ke Luar Negeri
b. Dana pemilikan apartemen
c. Dana pemilikan barang2 elektronik mewah
d. Dana pemilikan fashion mewah

Tahapan Perencanaan Keuangan melalui 4 langkah :
1. Menentukan kebutuhan uang saat ini
2. Menghitung nilai uang di masa yang akan datang
3. Menentukan jenis instrumen investasi yang tepat
4. Menghitung besar investasi yang mulai dilakukan dari sekarang

DANA DARURAT
Dana darurat harus disesuaikan dengan karakteristik keluarga, jenis pekerjaan dan situasi tempat kita bekerja. Bila anda bekerja secara umum dana darurat yang diperlukan

Karakteristik Keluarga
Single Start : 2x Minimal : 3x Ideal : 4x
Single punya tanggungan Start : 2x Minimal : 4x Ideal : 6x
Menikah tanpa anak Start : 2x Minimal : 4x Ideal : 6x
Menikah dengan 1-2 anak Start : 2x Minimal : 5x Ideal : 9x
Menikah dengan lebih 2 anak Start : 2x Minimal : 6x Ideal : 12x
Pengusaha/Pekerja tidak
tetap Start : 2x Minimal : 6x Ideal : 12x
Pensiunan Start : 2x Minimal : 6x Ideal : 12x
*dikalikan dengan pengeluaran bulanan, apabila kita pengeluaran bulanannya 6 juta, maka dikalikan dengan 6 juta,dst*

Besarnya dana darurat yang harus disiapkan mulailah dari level paling awal, yaitu start terlebih dahulu, lalu bergerak ke arah minimal, dan perlahan2 mengarah ke idea.

DANA PROTEKSI
Dana yang bertujuan untuk melindungi anda dan keluarga dari kemungkinan2 terburuk yang dapat menimpa anda, seperti malapetaka, sakit, kecelakaan, cacat ataupun kematian. 2 jenis asuransi yang harus dimiliki : Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan. Asuransi Jiwa : asuransi yang akan melindungi diri anda apabila mengalami risiko kematian sehingga keluarga anda masih dapat melanjutkan hidup secara normal. Yang memerlukan asuransi jiwa adalah mereka yang hidupnya memiliki tangungan secara ekonomi, misalnya tangungan orang tua, istri, anak dan tangung jawab utang. Ada beberapa cara menghitung jumlah uang pertangungan yang sesuai :
1. Income Based Value (IBV) = Pendapatan Tahunan/ Suku Bunga Deposito per Tahun.
2. Human Life Value (HLV) = Pendapatan Tahunan x Lama Perlindungan yang diperlukan (dalam tahun)

Asuransi Kesehatan terdiri dari asuransi kesehatan jalan dan rawat inap. Satunan tunai harian adalah dana tunai yang diberikan oleh perusahaan asuransi apabila anda dirawat di rumah sakit. Untuk pembayaran klaim, perusahaan asuransi melakukan 2 sistem yaitu : Sistem cashless (menggunakan kartu) dan Sistem Reimburst (klaim dibayarkan setelah anda melakukan pembayaran tagihan ke RS).

DANA PENDIDIKAN ANAK
Secara garis besar sama seperti yang pernah saya tuliskan di tulisan saya sebelumnya mengenai dana pendidikan anak. Kita harus cari informasi dana yang dibutuhkan saat ini untuk sekolah2 yang kita inginkan, lalu kita proyeksikan dana tersebut di masa yang akan datang, dengan asumsi kenaikan 10 - 20%. Untuk jenis investasinya yang kita pakai, ditentukan dengan jangka waktu yang diperlukan untuk meraih tujuan finansial tersebut. Contoh, apabila lama investasi menuju TK yaitu 2 tahun, maka kita gunakan instrumen investasi yang cocok untuk itu.

PERSIAPAN DANA PENSIUN caranya sebagai berikut :
1. Tentukan berapa biaya hidup anda perbulan
2. Tentukan berapa usia anda ingin mulai pensiun, dan berapa usia harapan hidup yang anda inginkan
3. Tentukan berapa total dana pensiun yang diperlukan dengan mengalikannya dengan tabel kalkulator faktor pengali kebutuhan dana pensiun dan investasi pensiun bulanan
4. Tentukan berapa investasi bulanan yang diperlukan dan jenis instrumen investasi yang sesuai.

Contoh : Anda ingin pensiun di umur 55 tahun dengan kemungkinan usia harapan hidup 75 tahun (20 tahun) memerlukan biaya hidup 4 juta perbulan. Maka Total dana pensiun yang dibutuhkan : 4 juta x 1787,963 = 7,15 Miliar. Setelah kita mengetahui total dana pensiun, maka kita tentukan jenis instrumen investasi yang dibutuhkan. Apabila usia anda 35 tahun saat ini, maka investasi perbulan yang diperlukan 660 ribu dengan berinvestasi di Reksadana Saham (rata2 pertumbuhan investasinya sekitar 25%).

PENGALOKASIAN DANA
Prioritas 1 : Apabila keuangan anda belum sehat, makan fokuskan diri anda untuk membuatnya lebih sehat. Apabla masih punya utang kartu kredit, LUNASI.
Prioritas 2 : Penuhi Tujuan Finansial primer terlebih dahulu. Apabila TF primer sudah terpenuhi, barulah penuhi TF Sekunder dan seterusnya.

Pesan Sponsor :
Apabila ingin berinvestasi, usahakan untuk mengalokasikan investasi pada berbagai bentuk. DON'T put ALL YOUR EGGS in ONE BASKET. Terus pantau perkembangan investasi anda, banyak2 baca koran, majalah2 investasi, keuangan, sehingga kita dapat mengelola dana investasi kita dengan baik. Intinya : nothing come easily, all you need are fund, knowledge and positive mindset. GOOD LUCK TO US!!!

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Wednesday, December 12, 2012

My Stupid Boss - Chaos@work

Belakangan ini gw lagi seneng baca buku : My Stupid Bos. Ini buku, bener2 sangat menghibur banget, mulut tuh sampe ga bisa mingkem sangking lucunya *swear deh*. Kalau ga percaya, sangking larisnya buku ini, sampai2 dibikin sampai part 4. Kebayang ga tuh!
*udah ga usah dibayangin, langsung aja ke toko buku beli bukunya* :D




Pengarangnya : chaos@work, dia tidak mampu memperlihatkan jati diri dia sebenernya (ya iyalah, mau mati apa kalau ketauan sama si bos), sehingga namanya pun disamarkan, teman2 kerjanya juga memakai nama samaran di buku My Stupid Boss. Selain itu, dia juga masih bekerja di perusahaan tersebut, sembari mencari bahan untuk buku2nya :D *lumayan euy, 2 - 3 pulau terlalui, sekalian dapet uang sampingan dari bikin buku*. Di buku ini diceritakan tentang seorang pegawai wanita (si pengarang) yang bernama :Amoy Kerani (nama samaran) yang mempunyai bos, yang "luar biasa uniknya", kayaknya one in million deh. Juara pelitnya, juara begonya, juara keponya, juara noraknya, juara amnesianya, dan juara2 lainnya *hihihi..*. Seperti kutipan berikut ini :

Pergi ke Johor Bahru buat meeting sama customer. Tadinya gue mau pergi sama Mr. Kho, tapi ternyata dia gak bisa, jadilah gue pergi sama Boss. Ihh, sebel...

Gue: Belok kiri...
Boss: Hah? Kiri?
Gue: Iya...
Boss: Belok kiri mana?
Gue: Ini, nih! Nih, nih... tu... belok kiri.
Boss: Yakin?
Gue: Ya, yakin!
Boss: Yang bener kamu?
Gue: Yailah, Paaaaaak..!! Udah kelewat deh! Mana jalannya one way!
Boss: Bukan belokan yang tadi... yang satunya lagi!
Gue: Ck! Yang tadi!
Boss: Bukan! Saya kan udah sering ke sini!!
Gue: Ya, terserah!
Boss: Ntar setelah pom bensin apa tuh, baru belok kiri... saya lebih tahu! GPS tuh udah ketanem di otak saya loooh...
Gue: ...... (males jawab, gue diem aja)

Setengah jam kemudian... udah mo tembus perbatasan negara Singapura!

Boss: Loh? Loh? Mana ya belokannya? Kok gak ada??
Gue: (diem aja)
Boss: Mana nih?? Kok jadi ke sini sini sih..? Ini kan udah mau ke Singapura nih!
Gue: (mlengos)
Boss: Gimana nih? Nyasar kita nih...
Gue: Ya, jelas aja nyasar... GPS di otak Bapak abis batre!

atau yang ini :D

Si Boss punya satu dealer baru, namanya Ah Cay, yang juga temen akrab dia waktu di Amrik.
Karena temen akrab, si Bos kasih harga luar biasa murah.

Ujung-ujungnya, dia nggerundel sendiri.

Boss : Gak usah ladenin si Ah Cay! Dia juga beli service murah kek gitu!
Gue : Loh, kan Bapak yang kasih harga?
Boss : Habis, dia paksa turun terus! Kalo dia minta mesinnya diambil, bilang aja barang gak ada!
Gue : Kalo dia datang ke pabrik?
Boss : Bilang aja sibuk! Kamu buat list utang-utang si Ah Cay. Kamu tagih ke dia. Yang belum jatuh tempo pun tagih! Ngomong kasar aja langsung! Bilang mau ambil barang boleh, tapi bayar dulu dong!

Ya udah, akhirnya gue ngomong gitu ke Ah Cay.

Apa yang terjadi?

Si Boss dateng ke gue ngomel-ngomel,

“Saya barusan ketemu si Ah Cay. Katanya dia gak happy sama kamu. Kamu judes banget sih. Udah deh, kamu gak usah urusan sama dia. Lagian, ini kan urusan Sales. Kamu kan bukan Sales. Jadi bukan urusan kamu!”

*hahahahahaha....*

Si Boss selalu menganggap, apapun yang ada di dunia bisa ditawar. Dari Jepang, dia telpon gue dan memberikan satu tugas yang sangat... sangat... sangat...makdikipe!!!!


Boss: Saya mesti balik ke KL nih. Sabtu pagi saya harus ke Melbourne, balik Selasa depan. Tolong kamu bookingkan saya ticket pesawat. Pesawat loh ya.

Kagak Boss.. gue mo manggil Naga aja buat terbangin elu. Cepet, gratis tapi sampek Melbourne lo mesti langsung kerokan Boss, ntar masuk angin berabe..

Boss: Pesen online saja ya. Beli yang paling murah.
Gue: Online? Bayarnya gimana?
Boss: Oh iya ya. Kamu punya debit card gak?
Gue: Enggak.
Boss: Credit card?
Gue: Enggak.
Boss: Debit card kantor?
Gue: Ya ada.
Boss: Waduh tapi jangan dipakai dong. Soalnya di sini saya sudah pakai banyak. Takut defisit loh.
Gue: Ya jadi bagaimana? Minta credit card bapak deh.
Boss: Eh jangan! jangan! (panik)
Gue: Ya jadi bagaimana. Bapak saja yang booking.
Boss: Ya udah kamu cariin aja harganya dulu.

So, gue cari harga fare pesawat dengan internet connection kantor yang alakazam lemot banget.

Boss: Lama amat sih?
Gue: Internet di kantor speednya ngalahin jet sih Pak.
Boss: Ya udah cepetan. Dapet gak?
Gue: Air asia aja yang paling murah ya. 1,780 ringgit return ticket.
Boss: Waduh! Itu kamu bilang murah? Mahal banget gitu kok!
Gue: Itu yang termurah.
Boss: Ah gak mau saya!
Gue: Ya jadi gimana dong?
Boss: Coba kamu langsung telpon Air Asia betul apa enggak harga segitu.
Gue: Pak, harga yang tertera di website itu fully updated dan langsung ke system mereka. Namanya aja online booking!

Boss: Ya kamu telpon dulu dong! Udah telpon belum? Kalo belum jangan ngomong!!

Males banget gak sih ngeladenin itu orang kepala tong aer! Gila kali gue telpon Air Asia cuman buat tanya pertanyaan estupido begituh! So gue gak telpon. after a while, gue telpon lagi si Boss.

Gue: Harga itu udah bener, Pak. Gak bohongan.
Boss: Yakin?
Gue: Yakin. Pasti. I am sure.
Boss: .......................
Gue: .......................
Boss: ....... ngapain sih kamu pake sebut berkali2 begitu?
Gue: Biar manteb kan.
Boss: Coba kamu telpon lagi, bilang dibuletin aja deh jadi 1,700 atau paling enggak 1,750 ringgit gitu. 1,780 sih kemahalan! Bilang ini bukan perjalanan bisnis kok. Cuman mengunjungi keluarga yang sakit, kasihan sendirian di Melbourne dan kita cuman orang miskin gitu.

Somehow, gue mengharap, dia ketangkep sama Yakuza Jepang supaya badannya ditattoo tulisan gede-gede: "AIRLINES IS NOT MANGGA DUA!"

*gila banget ga tuh si boss, kocak. Nawar ga nanggung2*

Boss pengen punya website. Gayanya tuh yg serba ribet kayak mau mengakuisisi Google aja.

Gue: Hehehe...
Boss: Loh kok cengar cengir? Saya serius. Saya mau punya website untuk perusahaan kita.
Gue: Yg bilang bapak main2 siapa?
Boss: Trus kenapa kamu plangas plenges?
Gue: Karenaaaa... Hehehehe....
Boss: Kenapa?
Gue: Telat banget sih Paaaaaaak! Hari gini baru mikir mau punya website! Warteg aja udah punya website sendiri!
Boss: Alah udahlah. Eh gini ya, ntar saya gak mau mereka ngejek kita. Jadi saya harus punya modal ilmu dikit tentang bikin website, biar gak dikibulin. Design website pake program apaan sih?
Gue: Banyak sih, Pak..
Boss: Salah satunya aja. Jangan banyak2. Ntar lidah saya kelipet.
Gue: Umm.. Macromedia Dreamweaver..
Boss: Apa tadi namanya?
Gue: Macromedia Dreamweaver.
Boss: Ok. Ok sip! Eh eh apa tadi?
Gue: Macro..
Boss: Tar tar.. Macro?
Gue: Media.
Boss: Media.
Gue: Dreamweaver.
Boss: Dreamweaver. Dream ya? Dreamweaver ya?
Gue: Iye *ngupil*
Boss: Ok ok.. Micromedia.
Gue: Bukan Micro. Tapi Macro. Macromedia Dreamweaver.
Boss: Iya. Macro ya.
Gue: Iya. Macromedia Dreamweaver.
Boss: Iya saya juga tauuuuuu! Gak usah dibilang berkali2! Saya gak begok!
Gue: *lempar upil ke Boss*

Akhirnya, terjadilah meeting maha penting untuk membuat website, dgn designer. Seperti biasa, bayangan dia sendiri di kaca aja sebel ama dia, apalagi orang lain.

Boss: Sebenarnya saya tidak perlu mengundang anda untuk mengerjakan website perusahaan saya.
Gue: ........ (apalagi nih merek kecapnya kali ini. Kecap cap Jenggo Gaya Kupu-Kupu kale)
Boss: Saya bisa buat sendiri. Bisa design sendiri. Tapi saya mau liat bagaimana kalian bisa menjual product saya melalui design kalian..

Jiaaaaaah.. Ampun dah! Trojan itu sejenis virus aja lu kagak tau... Ini ngecap bisa bikin website!

Designer: Yes website designing is actually not difficult. Everybody can. What application you use to design?
Boss: (dengan pede tingkat tinggi) Microwave Dreamweaver! It's the best!
Designer: Hah?! Microwave??
Boss: Yes. Microwave Dreamweaver.. Ya kan, Bu Kerani?

Gue -------> Pulangkan sajaaaa... Aku pada ibuku.. Atau ayahkuuu....

*hahaha... super sok tauk tapi super juga begonya. Boss, bener2 ngehibur banget deh!*

Udah ketagihan belum?! Mau lagi ga denger ceritanya? hehehehe

pada suatu ketika si Boss ngajakin anak buahnya meeting mendadak, katanya super urgent. Dia mau bikin pengumuman penting;


Boss: I want to buy a new factory. A biiiiiiiiig factory, bigger than this! Very nice place, good factory linked to the office for us.
Gue: You mean... we will shift to a new factory? (sumpe lo???)
Boss: Yessss!
Gue: ... Where? (masih gak percaya)
Boss: Errr... I don't know yet. Baru terpikir semalam.
Gue: Ooooh... jadi belum dibeli? Belum tau tempatnya di mana?
Boss: Ya belum-lah. Duitnya juga belum ada!


Semua peserta meeting --------> terjengkang!

Heran deh sama si Boss ini. Dia jadi manusia kok bisa ya ajaib banget. Masa mau pindah pabrik dia udah koar-koar, bikin heboh ngurus ini, ngurus itu. Sampe seret-seret pegawai buat nyari tanah. Lagaknya udah gede aja, nawar-nawar tanah. Taunya..


Gue: Kenapa, Pak? Kok sedih bener kelihatannya.
Boss: Saya sedih juga ninggalin tempat ini saat kita pindah nanti. Banyak kenangan.
Gue: Loh? Jadi toh pindahnya? Udah dapat duitnya?
Boss: Belum.
Gue: (hati yang limer kembali membeku) Ya, ngapain sedih kalo belum tentu pindah, Pak!
Boss: Ya, mengkhayal kan gak salah.. sentimen amat kamu.

Masih banyak cerita2 kocak lainnya. Ga cuma si boss, tapi istrinya si boss juga bikin kita nyengir, meskipun ga selebar nyengirnya kita ke si boss.


Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Monday, December 3, 2012

How Starbucks Saved My Life: A Son of Privilege Learns to Live Like Everyone Else



“I had found with Starbucks a better reality … not based on external status symbols but on a real feeling of confidence and support and genuine affection and even admiration for and from the Partners and the Guests. And Crystal. Crystal and Starbucks had saved me. Saved me from my pursuit of empty symbols, but also my anxiety about a fear-filled superficial life that hadn’t been, in the end, helpful or even enjoyable for me.”

How Starbucks Saved My Life: A Son of Privilege Learns to Live Like Everyone Else
Author : Michael Gates Gill

Buku ini bercerita mengenai kisah nyata sang pengarang. Berisi tentang makna kehidupan, bagaimana dia struggle dalam menghadapi hidupnya yang sudah "hancur". Seseorang yang dia pikir memiliki segalanya, dari keluarga terpandang, orang tua kaya dan tidak pernah kekurangan. Rumah yang besar seperti istana, rumah peristirahatan di tepi danau, bersekolah di sekolah yang prestigious, lulus dan bekerja di perusahaan periklanan besar dan terkemuka. Meniti karir hingga ke puncak karir. Sampai pada akhirnya, sebuah pemberitahuan pemecatan dari juniornya di perusahaan, seorang wanita yang dia rekomendasikan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, dia harus bangkit dari keterpurukan. Ditambah lagi dengan penyakit yang divoniskan oleh dokter untuknya, serta perselingkuhannya dengan seorang wanita yang menghasilkan seorang anak laki2. Perceraiannya dengan istri yang bertahun2 mendampinginya dan telah memberikan 3 orang anak (2 perempuan dan 1 laki2). Namun, di dalam keterpurukannya itu dia menemukan secercah harapan, dari seorang wanita muda keturunan Afrika - Amerika bernama Crystal, tawaran yang tidak dia duga2 untuk bekerja di sebuah coffee shop Starbucks. Disinilah awal dari kebangkitan hidupnya.Ada banyak nilai2 yang dia dapat.

Sebagai seorang pria dari keluarga kalangan atas, yang selalu membatasi pergaulannya dengan sesama kalangan atas, sedikit rasis dan melihat orang2 keturunan afrika-amerika, dengan tatapan "tidak selevel". Sekarang dia ditolong oleh seseorang wanita dari keturunan Afrika- Amerika, dan bekerja di sebuah coffee shop yang terdiri dari anak2 muda dari berbagai macam ras dan golongan. Yang dulunya dia bekerja di level manajemen tinggi, yang bebas untuk memerintah, mengatur, menyuruh bawahannya untuk bekerja keras hingga lembur untuknya, namun sekarang dia harus rela untuk diatur dan bekerja dari bawah. Dia bekerja dari membersihkan kamar mandi, menyapu, mengepel, mengangkat sampah, mencuci piring dan gelas, hingga membuat kopi. Di usianya yang sudah tidak muda lagi (50 something), dia harus bekerja dengan anak2 muda yang masih energik dan kuat. Namun, setelah bekerja di sini, dia belajar banyak hal dan menemukan arti kebahagiaan.

Dulu, dia tidak punya waktu banyak untuk keluarga. Dia hanya tahu bekerja dan bekerja. Dia tidak tahu bagaimana cara memperlakukan orang dengan baik. Bekerja sebagai bos, dia merasa berhak untuk menyuruh2 bawahannya, meminta ini itu dengan seenaknya. Namun setelah bekerja di Starbucks, dia merasa bahwa semua orang dari ras apapun, dari golongan apa pun berhak untuk mendapatkan perlakuan yang baik. Di sini semua orang, baik atasan maupun bawahan selalu berkata,"Mike, bolehkah kamu menolong aku", selalu berkata "Tolong" untuk melakukan suatu pekerjaan untuk dia. Atau berkata,"Mike, apakah kamu mau saya bantu untuk.." apabila melihat orang lain kesusahan dan ingin membantu. Selain itu, atasannya juga tidak segan2 untuk memberikan pujian, apabila dia melakukan pekerjaan dengan baik. Suasana tempat bekerja yang sangat kondusif, memberikan kebahagiaan tersendiri untuk dia, dimana dia tidak pernah mengalaminya di tempat kerjanya terdahulu. Selain itu, dia pun mulai menata kehidupannya, memperbaiki hubungannya dengan anak2nya, berusaha untuk menjadi ayah yang baik untuk mereka. Meskipun kini dia tinggal di apartemen kecil, dekat perlitasan rel kereta api yang ribut, namun apartemen kecilnya lebih membuatnya bahagia daripada rumah besarnya dengan mewah. Tanpa kita sadari, "Kebahagiaan itu sederhana, apabila kita mampu memaknainya".




Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...