Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Tuesday, September 24, 2013

Baca Baca Baca

Gw sebenernya bukan tipe emak2 yang pengen anaknya harus bisa ini itu di umur sedini mungkin. Meskipun, kalo misalnya anaknya bisa ini itu di usia balita, juga merupakan kebanggaan juga sih . Sama seperti masalah Calistung (Baca, Tulis dan Hitung). Gw sebenernya bukan tipe emak2 yang mau nge-les-in anak untuk Calistung, tapi akhirnya gw les-in juga itu anak gw *hehehe…*.Jadi gini ceritanya, kakak gw udah di-warning sama guru anaknya, kalo anaknya mo masuk SD dia harus bisa baca (Anaknya sekarang umur 5,5 tahun). Akhirnya dia berniat untuk nge-les-in anaknya belajar baca. Berhubung anaknya itu males belajar baca, jadi untuk sebagai penyemangat dia belajar, diajaklah sepupu2nya untuk les bareng dia. Abrar, anak gw dan Rayya, anak alm. Adek gw ikut serta dalam les tersebut. Dipilihlah tempat les bernama GAFA. Maksud hati gw sih, ya udah lah si Abrar ikut les baca sebagai tim hurray aja, sekalian dia ketemu sama sepupu2nya, main sambil belajar. Selain itu biar dia juga ga bosen di daycare terus. Cari suasana gitu. Les-nya juga Cuma 1x seminggu. Meskipun begitu, gw juga selipin pesen sponsor,”ABRAR, KALAU BISA BACA DAN TULIS NANTI IBU KASI HADIAH”. Meskipun gw ga menargetkan, kapan dia harus bisa baca dan tulis. Alhamdulillah sih, perkembangan dia di tempat les lumayan. Gurunya bilang dia cukup bisa mengikuti pelajaran.






Untuk ibu2 lebay seperti gw, melihat anak sendiri nulis kata2 "ibu" itu merupakan saat2 yang mengharukan hiks. Mudah2an Abrar makin pinter ya sayang, dan sehat selalu.Amin

i>Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...



Sunday, September 22, 2013

Alhamdulillah, I'm blessed :)



Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. I heard news from my father’s brother that he has passed away, after struggling with Cholesterol, Diabetes and Hypertention. My father has 2 sisters and 1 brother, all of them have passed away (the latest one is his brother), and it made him now the only child. I feel sad and also blessed. I am sad because my father has no sibling anymore and I also blessed that, he is still alive(Alhamdulillah) and quit healthy. Well, now he’s 73, so he has some problems with his healthy but still on control. He has Diabletes too, but he often consult to doctor. But at his age, he’s considered as healthy guy. He still can walk, can eat any foods, do golf exercises twice a week. Many of his friends are no longer can walk, stay at wheel chair and can’t do activity freely as before. I also feel blessed that we are still in good condition. My father, mother, hubby, sister, brother, sis-in law, bro-in law, son and nephews are in good condition. We are still healthy, can eat every day, sleep in bed, have decent job, healthy children, etc. Alhamdulillah, I’m very grateful and I hope that GOD will always endow us with HIS bless. Amin


Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, August 29, 2013

Communication

Since I get used working with Japanese people, with their way of English Communication for 12 years, Then I moved this Australian company, with their own way of English accent. Well, I got confuse :). My bosses said, "bla bla bla bla..." (in their Australian accent). I answered,"Yes", sometimes smile, eventhough I didn't understand. I just guessing what they said and smile when I thought they said some jokes (the jokes that I even undertand). Hahaha..

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Tuesday, August 20, 2013

New Office - Preface

Hello Hello Hello!
Now I am at new office, it’s an Australian Engineering Consultant in Oil, Gas and Minings. It’s quiet different with my previous office (Japanese Trading Company). To be honest, I was very scared at first. I have worked at Japanese Company for almost 12 year (this November), then I will move to Australian Company. Different country and business. Today is my 3rd day working here. So far so good. I haven’t found any scary things, all people here are very nice (locals and expats). They all are very friendly. The location of office is also not so far from my home. There are lots alternatives way from my house to this office. For now I just sit around , nothing to do. I hope in a couple days I can have some works to do. It’s quiet awkward if you had so many things to do, then suddenly you just sit down nicely and nothing to do. Well, wish me luck guys!.
Well, there’s one more, I have internet access and I can open social media such as facebook, yahoo, twitter, blogspot, wordpress, etc. Yippi!

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Friday, August 16, 2013

Finally...

After working for almost 12 years (this November), finally I'm resigning from this company. How I feel, hm.. Scared for first time. But, InshaALLAH I will pass it. I will face new environment, new bosses, new colleagues, new company policies. Yeah, I will work at Australian company, moving from Japanese company. From Trading Company into Engineering oil, gas and mining company. I hope I can make it. Wish me luck!

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, August 15, 2013

Happy Eid 1434 H

Asalammualaikum my dear friends :)

Alhamdulillah, we just passed fasting month and lebaran in year 2013. It's happy moment but the other hand it's sad moment too. Happy, because I still meet holy month, month when ALLAH gave so many chances for us to gain pahala, even double, tripple or thousand times bigger. And it's also sad moment, because we have to pass this month. I hope that I still have chance to meet holy month next year, with all my family with very healthy condition. Amin. In this precious moment, I would like to say ,"Minal Aidin Walfaizin. Please forgive me for all mistakes" .

Alhamdulillah, this holy month brought so many happiness and barokah for me. I did fasting in healthy condition. My parents were healthy, my son, my hubby, sister and brother also healthy, Alhamdulillah. My son did fasting for one month full, eventhough only half day. But I really grateful. I got new job, Alhamdulillah. I had chance spent lebaran first day with my mom and dad's family at my mom's house. Alhamdulillah, most of our family came. I also had chance to go to my hubby's hometown at Pamengpeuk - Garut, met my mom's in law and my hubby's relatives. Everything went so smooth and we're happy.

People said that Lebaran is Hari Kemenangan. For me, it's just a start. Eventhough holy month already passed, we still have to nurture our faith in GOD, by praying and trying to be better person. Bye bye holy month, till we meet again. Bismillah


Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Tuesday, August 6, 2013

Cowok Playboy

Kayaknya ga afdol emang ya kalo belum berkenalan sama cowok playboy. Seumur2 gw punya cowok, kebanyakan dari mereka katanya sih playboy, yang pacaran paling lama 3 bulan, Alhamdulillah-nya pas bareng gw sih ga ada indikasi2 playboy. Tapi lain halnya dengan cowok playboy yang satu ini. Kayaknya nightmare banget buat gw. Bayangin aja, tiap hari gw dihujani kata2 cinta, belum lagi sifat over-protective dan over-possesive-nya. Kalo emang dia bener2 cinta sama gw sih, lain halnya. Masalahnya dia nyuruh gw untuk begini-begitu, ga boleh begini-begitu, ga bole punya temen cowok, eh.. tapi dia sendiri jalan dengan cewek2. Udah gitu pagi bisa bilang cinta, ga mau kehilangan, lain halnya siang or sore hari, tiba2 minta putus. Udah gitu dihubungin pun susah, ga diangkat2, pas diangkat yang kedengeran backing vocalnya suara cewek2 *hadeuuuhhh..* capek hati emang punya cowok kayak gini. Sebentar minta putus, sebentar minta baikan, sebentar sayang2an, sebentar kemudian marah2. Dia minta putus , oke gw putus. Terus dia minta balikan, ya udah deh balikan. Lama2 kok ya nyebelin banget! Akhirnya gw pun jadi naik darah. Gw cuekin dia berbulan2, meskipun yang namanya telpon, sms, ga henti2nya dateng. Sampe akhirnya "Oke deh, gw maafin. Kayaknya kok gw keras hati banget". Tapi lama2 ga kuat deh, cukup deh hubungan yang ga sehat seperti itu kurang dari setahun. Bye bye aja, mendingan gw cari hubungan yang lebih sehat dan lebih dewasa. Tapi ya, kenapa ya sampai sekarang gw juga males banget berhubungan sama dia, meskipun hanya sebagai teman. Sempet setelah lama putus dan gw juga udah nikah, dia invite FB gw,lamaa banget sampe berbulan2 ga gw approve. Padahal kan yaa udah cerita lama, ya apa salahnya sih bertemen aja. Akhirnya gw approve tuh invitation pertemanannya di FB. Baru sebentar jadi temennya, ihh kok rasanya ga nyaman gini ya. Di-delete aja deh. Bukannya ga mau maafin, cuma ya males aja berhubungan sama cowok macem gini. Meskipun hanya sebagai temen sekedar muncul di friendlist FB gw.

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Monday, August 5, 2013

Si Anak Piyik Juga Ikut Puasa Loh! *part 2*

Hm.. mungkin salah gue juga yaa yang terlalu bangga sama anak sendiri *well, ibu mana sih yang ga bangga sama anaknya*. Jadi nih, gw kan cerita ke temen gw *yang udah punya anak juga* kalo anak gw itu puasa setengah hari dan kalau puasanya terus selama sebulan ini, dia akan dapet reward, alias hadiah. Terus tanggapannya temen gw :

"Puasa apaan tuh cuma setengah hari. Anak gw yang puasa setengah hari, ya ga dikasi hadiah. Kalo kakaknya yang puasa full sampe Magrib baru dapet hadiah. Dia kalo pulang sekolah ngeliat temennya yang makan, bilang ke gw,"Apaan tuh puasa cuma setengah hari".

JLEB! aduuh.. anak gw kan masih umur 4 tahun ya. Menurut gw itu merupakan pencapaian yang cukup luar biasa untuk seorang anak berumur 4 tahun, menahan makan, minum, dibangunin dari jam 4 pagi, menunggu waktu berbuka meskipun hanya setengah hari. So, sudah sepantasnya usahanya itu gw kasih reward juga. hm.. apa gw yang terlalu berlebihan ya? Ah sudahlah, biarkan saja. Memang yang namanya hidup ga selamanya orang itu sejalan. Pasti ada yang ga setuju, nyinyir atau hm.. berbeda pendapat dari kita. So, just accept it. That is colors of life. Apa pun itu gw tetep bangga sama anak gw dan gw juga bangga akan pencapaiannya. So, tunggu tanggal mainnya ya Brar, ibu InshaALLAH akan beliin kamu hadiah :) Jadi anak yang sholeh ya sayaang. Amin

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Sunday, August 4, 2013

Si Anak Piyik Juga Ikut Puasa Loh! :)

Alhamdulillah, selama bulan ramadhan ini Abrar berpuasa. Meskipun bukan puasa satu hari full sampai Magrib, tapi menurut gw untuk anak berumur 4 tahun, sudah cukup hebat. Dia puasa setengah hari saja, sampai jam 11 siang. Tiap hari Abrar selalu dibangunin jam 4 pagi untuk sahur. Alhamdulillah, ga pake drama. Ditanya aja,"Abrar mau puasa ga?" Terus sambil merem dia ngangguk. "Yuk bangun, ini minum susunya". Dia pun duduk dan minum susunya.

Menurut gw puasa itu bagus banget! Kenapa?
Ini dia kegunaannya :

1. Puasa Melatih Kesabaran
Setiap hari puasa dari jam 4 pagi sampai jam 11. Abrar harus bersabar menunggu waktunya berbuka. Dan dia juga harus melatih kesabarannya ketika temen2nya atau sepupu2nya makan, minum di dekat dia. Emang sih, dia selalu nanya,"Ibu, Abrar mo minum susu". Terus kita juga harus sabar untuk menjawab,"Tunggu ya sayang, sebentar lagi".Lama-kelamaan sih dia udah ga nanya2 terus, tapi paling suka mantengin jam. Dia tauk kalo dia buka puasa di angka 11 (sambil nunjukkin 2 jari telunjuk).

2. Puasa Melatih Menahan Hawa Nafsu
Abrar sudah tahu, kalau puasa itu berarti : tidak boleh makan, minum, marah dan nangis. So, dia harus bisa deh menahan2 diri untuk itu semua. Meskipun kadang masih suka nangis juga sih, kalo berantem sama temennya/sepupunya, jatuh, dan lain2.

3. Puasa Melatih Kedisiplinan
Dengan berpuasa, Abrar juga belajar kedisiplinan. Yaitu, kalo sahur itu jam 4 pagi, sebelum masuk imsak. Nanti bukanya jam 11, dimana jarum jam pendek di angka 11 sedangkan jarum jam panjang di angka 12. Antara jam tersebut dia tidak boleh makan dan minum.

4. Puasa Melatih Kejujuran
Yang namanya puasa itu, adalah ibadah antara kita dan Tuhan saja. Bisa aja kita bilangnya puasa ke orang2, tapi di belakang makan-minum. Seperti Abrar,dia puasa kan hanya antara dia dan ALLAH SWT, kalau gw ga ada bisa aja dia makan or minum. Seperti ketika sepupunya menawarkan dia roti/makanan/minuman :

Sepupunya : Nih Brar roti. Makan aja, ga ada ibu.
Abrar : Ga ah, Abrar puasa
*Ibunya nguping dari kamar sebelah, sambil mengucap syukur. Alhamdulillah, jujur :D*

5. Puasa = Effort
Gw juga janjiin ke Abrar, kalau dia bisa full puasa selama sebulan penuh ini, dia akan mendapatkan hadiah. Dengan kata lain, gw mengajarkan kalo yang namanya apa2 itu harus ada effort. Harus ada usahanya dulu. Jadi dia belajar untuk kerja keras, ga selamanya apa yang dia mau bisa terwujud dengan mudah. Harus ada usahanya dulu. Dan InshaALLAH usaha dan kerja keras itu ada hasilnya, ya disini hasilnya adalah hadiah.

Abrar : Nanti Abrar kalo puasanya full, dikasih hadiah.
Sepupunya : Aku juga mau hadiah.
*Liatlah kebanggaan si anak piyik, usahanya membuahkan hasil*

Mudah2an tahun depan Abrar bisa puasa lagi ya, dan waktunya lebih panjang *dimarahin nyokap nih gw*
Yang namanya nenek-nya Abrar, suka kasian kalo liat Abrar puasa. Kesannya ibunya nge-bully anak sendiri. Bayangin aja anak masih kecil, disuruh puasa, ga makan, ga minum, nanti masuk angin gimana, bla bla bla

Nyokap : Dina, itu si Abrar kasian puasa. Masih kecil umur 4 tahun. Mama liat itu mukanya pucet, diem aja.
Kasian banget *kayak lagi ngemarahin emak2 kejam*
Gw : Ya biarin aja ma, emang gitu kok.
Nyokap : Ya namanya anak kecil ga usah lah disuruh puasa2, nanti aja udah gede-an. Nanti masuk angin gimana,
sakit. Nanti kamu yang nyesel.
Gw : Hm... tapi dia pinter kok mah, tahan sampai jam 11. Taon depan bisa kayaknya sampai Magrib
Nyokap : Jangan aneh2 deh!. Kasian lah anak kecil sampe Magrib.
*Jedeg, aduuuhh... begemana ini*

Alhamdulillah, meskipun Abrar rajin puasa, tapi Alhamdulillah juga dia ga sakit. Kemaren ini sepupu2nya pada sakit, panas tinggi, virus kayaknya. Dan syukurlah Abrar masih sehat2 saja. Mudah2an sehat terus ya sayaanngg :) Ibu very proud of you.

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, August 1, 2013

Moedik Itinerary 2013 :p

Yeaaahh!! Lebaran will be coming friends *dancing*. As usual, I will go to my hubby's hometown at Pamengpeuk (if you don't know where Pamengpeuk is, don't look at the map. Because you can't find it there too :D). Pamengpeuk is really faaaarrr faaaarrr away from Jakarta *lebay mode on*. It's located on West Java. To go there we have to go to Bandung --> Garut --> through montains, tea plantations, winding roads--> Pamengpeuk. From Garut about 3 hours (if traffic is smooth). You can find beautiful tea plantations all over the roads, but you only see 1 scenery (tea plantation). No house, no sign, no light, through forest. But don't worry there are only 2 turns : Left and Right. Eventhough the trip is quiet "wild", but I always expect this "mudik". Eventhough I will be queasy with the trip (through mountain and winding roads), but I'm really exciting. First : I do love holiday *yeay*, 2nd : I love Sundanese Foods, 3rd : Meeting family, 4th : love the scenery, beautiful tea plantation, montains, Garut City, and the most of all Beaches. Yeaaah!! Pamengpeuk is surrounded by beaches. The beaches are very beautiful, with white sands, clean water, rocks, background, fisherman boats, etc. So, here is our itinerary :

We will start from 2nd day of Lebaran (1st day is there will be family gathering at my mother's house)
09.08.13 : from Jakarta - Bandung - Garut - Pamengpeuk
We will have a relaxation trip (have a lunch in Bandung or Garut), enjoy the trip.
We hopefully can start from Subuh (let's say 05.00)
10.08.13 : Pamengpeuk (beaches)
Enjoy beaches, meeting family, and buy baso (it's a must!)
Talk about baso or meat ball, this baso it's really delicious hm... with kuah yang kental hm...
11.08.13 : From Pamengpeuk - Bandung
take a rest at Bandung, enjoying Bandung.
12.08.13 : Back to Jakarta
end of journey :)

Bismillah, I hope everything will be smooth. No heavy traffic, no problem with the car, we are healthy, and off course no problem with money!. I hope we can enjoy the trip. How bout you? How is your mudik? :)



Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Friday, July 19, 2013

Stupid!

I really hate when people call me stupid or treat me like a stupid person, that's why I can't forget my "dosen pembimbing" at University of Indonesia when I was studying Economics. I got trauma, eventhough I have graduated from year 2010, but I had bad dreams about it until year 2012 (Alhamdulillah, now that dream don't come again, InshaALLAH never again). She treated me like the most stupid person alive. She was prolong my skripsi process until 2 semesters with additional more 2 months. After giving her present (expensive batik danar hadi) she gave me C+ as skripsi's point. After giving that point, she said,"Untung saya masih baik, saya kasih kamu nilai C+).
Well, she's a lecture with very low morale. After giving "sogokan", she gave me point to pass my skripsi. What a shame?!

Damn I really hate that lecture. If killing or torturing someone is not a crime, I will be very happy to do it!. If "guna-guna" is not a sin, I will be very pleased to do it. I want her life miserable. I really feel that I don't deserve of what she's done to me. I have studied at 2 universities before, with good marks (IPK more than 3). Besides, my latest IPK at University of Indonesia was 3.4, until I got C+ for skripsi, the final IPK is 3.17. Suddenly she just judged me as the most stupid person in the world. I remembered when she said :

"Masa' kayak gini aja kamu ga bisa? Katanya kamu dulu lulusan S1 juga di Padjadjaran. Bener kamu dulu lulus di sana?"

"Bahasa Inggris kamu jelek banget sih!. Kamu dulu lulus sekolah ga?"

"Kamu dulu SD-nya di mana sih? bukan negeri ya?"

and there were many sentences that really hurt my feeling :(. She also treated me like trash. She asked me to come to her home at very morning (even birds haven't showing up), which is very far from my house, only to revise my skripsi. Then she asked me right away to change it and print it. Then she asked me to do revision at other place, instead her home. GOD, I'M SORRY IF I CAN NOT FORGIVE HER AND REALLY WANT HER LIFE MISERABLE, LIKE A HELL. I must do it for 2 semesters + 2 months, and what point do I have? only C+. That's the lowest point to graduate. I was very down. I never got bad as the most bad treatment before. I remembered that my last final reports at 2 last universities are A.

Dear GOD, please don't meet me up with that kind of person again. I never want to have that experience again, only once and enough. Dear GOD, please hear my wish. Amin.


Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, July 18, 2013

Transformation

Maybe some people have seen me transform from friends-ly into family person. If before when I was young (well now I'm also still young *ngarep*), about 16s until 30s, I was always being with many friends. My friend, even called me, "Anak Gaul". At one time, I was hang out with my group friends A, and the other time with my another groups. I was always out, never at home. I used to talk with my friends, not my family. But, now it's change. Not only me who change, but also my group friends. They become family persons. Not only for my main family, which is : My mom-dad-sisters-brother-brother in laws-sister in laws- hubby-son- nephews, but also with other relatives. We had "arisan keluarga", from my mom's side and dad's side. When I was young, I never like went to this kind of events, arisan, weddings, or everything that related with family. But now, I started to like it.

لَا يُؤْ مِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِاَخِيْهِ مَا يُحِبُّ
لِنَفْسِهِ

"Tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
(HR. Bukhari-Muslim)

I love my family, eventhough I also admit that my family itself is not perfect. There are some problems with one and another. Eventhough we come from same parents, but we have different personalities. But my parents always say to us, that they want to see us get along, harmonious. So, eventhough we fought, but I always want us to back together. Not only me but also my other siblings think same way. And we also do same thing with our big family. That's why, FAMILY COMES FIRST. But I'm also still open friendship with other people. Eventhough not always hang out here and there. Same situation happens with my group friends. I think it's very big step for them too. I think we are growing up, become more mature. So, I like this transformation :)

If we can handle relationship with our own family, its show our maturity. Why? Because friends are like surface of the material. We only see them from the top. We don't grow up together, eventhough they are friends from we were kids, but we never stay at 1 roof. We only know them when we meet, chat, curhat, but that's all. If we don't like them, we can erase them from our friendship and find another ones. But family is different, we live together,we saw them from they were baby, until they have children or even grandchildren. The more we see each other and live together, the more we see things that we don't like. But, we must overcome it. (IMHO).

The conclusion is :
"Perlunya untuk tenggang rasa, mencoba untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain. Bersikap lebih sabar dan memaafkan. Menjauhi sifat egois dan kekanak2an."

I admit that I'm still egoist and childish. But, I want that my son, my nephews or even my grand children still remind me as family. They also feel that "FAMILY COMES FIRST". I believe that if we will be treated as we treat others. So, be careful!

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Wednesday, July 17, 2013

D.I.L.E.M.A

After struggling with my own thoughts and feelings, finally I accepted the offer at Australian engineering consultant in Oil, Gas and minerals. But then, I got phone call from one of biggest American Oil Company, she asked me to come to their office for an interview. It's so suddenly, and my confusion was starting over again. Fortunately I haven't signed offer from that Australian company. My hubby and my friends said "Why don't give a try. Come to the nterview, watch and see. Maybe they got higher offer". With Bismillah I agreed to come to their office for an interview. The interview itself was going smooth (too smooth I think). After talking for a while, they just like me (Alhamdulillah). But, they can not give salary higher than that Australian company (same amount). But, it's okay. Well, it's pretty much higher than my current job. I have to re-thinking. Which company should I choose. Both of those companies are really tempting. I can't sleep (this phase came again). I talked to my hubby, my sister, my friend. I was also praying and praying. I just didn't know what to do. I really hope for better future. Job, not only good for my self, but also my family (especially my son). I want to have good relationship with my bosses, colleagues, the job itself, environment and also stability in life. I just returned it to GOD, and I pray,"What ever it is, InshaALLAH that the best for me. Please GOD show me the way". Then, this morning e-mail came from HRD of the American Oil Company :

Hi Mba Dina,

Thank you for taking the time to interview with ExxonMobil.
We have reviewed your background, qualification and interests relative to the needs of our organizations within ExxonMobil.
But however, we regret to inform you that there is some changes in our organizations (just now) that we need to cancel our recruiting process for XXXXXX.

Apologize for inconvenient.
We appreciate your interest in ExxonMobil and the opportunity you have given to consider you for working with us.

Hm.. maybe GOD has already given me the sign. After receiving this e-mail, I signed offer from Australian company, and gave my resignation letter to my boss. Bismillah, InshaALLAH everything is going to be OKAY.
I hope for better everything than my current job. Wish me luck! :)

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Piss Off

Alhamdulillah, di hari ke-7 berpuasa, gw berkesempatan sholat di mesjid deket rumah bareng Abrar. Seperti tahun lalu, gw n Abrar menyempatkan diri untuk sholat Isya dan taraweh di mesjid. Abrar sih ga rewel, karena selese-nya jam 9an, dia ketiduran di mesjid. Tugas gw untuk ngebanguninnya dan jalan balik ke rumah (kasian sih sebenernya ngebangunin ini anak piyik, tapi gimana dong berat ajaa kalo gendong dari mesjid ke rumah :( ). Back to cerita yang hari ke-7 di bulan puasa ini, kita juga jalan ke mesjid. Gw bawain Abrar, susu-nya dan bantal untuk dia tidur2an. Segala sesuatunya berjalan lancar, kebetulan gw sampe mesjid setengah jam sebelum waktu Isya, mesjidnya masih kosong. Sambil nunggu waktu Isya, Abrar tidur2an, minum susu dan main games di HP. Setelah mendekati Isya sudah banyak orang yang datang, Alhamdulillah mesjid pun menjadi penuh. Tiba2 datanglah nyokap dan keponakan gw Rayya, Abrar sudah pasti seneng banget bisa ketemu temen. Sholat Isya pun dimulai, Abrar dan Rayya asik main masing2. Namanya anak2, yang satu main mobil2an dan yang satu lagi main little ponny. Mereka ngomong sendiri aja, seperti playing puppet. Setelah Sholat Isya selese, then the problem comes. Tiba2 orang di depan kita, si mbak2 ber-mukena hijau complain. Dia bilang,"BU, ANAKNYA JANGAN BERISIK YA!". Jiaaah... rese' banget itu orang. Gw bilang ke nyokap gw,"YA NAMANYA JUGA ANAK2. MASA' MO DIEM". hm.. I got piss off by that green mukena girl. Hm.. menurut gw sih, anak2 ini ga terlalu ngeganggu kok. Mereka ga teriak2, atau gimana. Mereka hanya main with their own toys, yaa.. namanya main agak berisik dikit, wajar lah. Namanya juga anak2. *Hm.. I become so defensive, well when it comes to my kids, I will defend them* Ga tauk deh, mungkin gw terlalu lebay kali ya. Nyokap gw bisikin gw,"UDAH JANGAN CARI MUSUH". Namanya anak2 agak rusuh ya, tapi ada ibu2 di belakang gw yang bilang. "GAK APA2 KOK BU. NAMANYA JUGA ANAK2. SAYA JUGA PUNYA ANAK. JADI SAYA TAUK". Hm.. toss buat ibu. Tapi lama2 akhirnya gw jadi males jg sih. Apalagi si mbak2 bermukena hijau itu, suka dikit2 nengok ke belakang. Ngeliat2 gimana gitu. Akhirnya gw memutuskan,"YA UDAH YUK MA, KITA PULANG AJA". Pas gw mo pulang, ibu2 di belakang gw nanya,"KOK PULANG NENG?". Gw jawab sambil senyum,"IYA BU, SOALNYA TAKUT GANGGU. YUK BU, MAKASI".

Gw jadi mikir, hm.. gw yang lebay atau gimana ya? Aduhh.. hati gw tuh sakit banget kalo ada orang yang marahin anak gw. Hm.. I'm too possesive then. Ada ga sih seminar untuk menghadapi masalah gw? *NEED HELP*

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, July 11, 2013

Do You Dare to Take The Risk?

After deep thinking can not sleep, can not eat, but not getting skinner :( I decided to take the risk. Ofcourse, I also consulted with my hubby and family, and my hubby really support me LOVE YOU SAYANG and really trust my ability. I told him that if I take this chance, I have to show my performance and there is possibility that I will be jobless. But he really has faith in me :

Our BB conversation :

Hubby : Ya aku mah saranin ambil, kerja sebagus2nya. Kalau nanti kira2 ga diperpanjang, kamu ngelamar lagi ke perusahaan Minyak. Kan kamu udah ada pengalaman di CV di perusahaan minyak.

Me : Kalau misalnya nih, aku ga diperpanjang. belum dapet kerjaan baru. Gimana? Can you handle?

Hubby : Tenang aja, jangan khawatir.Pasti dapet. Percaya kemampuan kamu.


So, what should I do now? Hm.. just pray and hope for the best. Basically I'm not the risk taker, but they said "High Risk, High Profit". With Bismillah, I'll take this challenge. Wish me luck :)

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Monday, July 8, 2013

ceritanya sih hemat :)

Punya kantor bersebelahan dengan mol besar seperti Grand Indonesia, sungguh2 harus menggunakan kacamata kuda. Apalagi kalo ada SALE besar2an up to 50% or even 70% ga ada ya diskon 90% gitu?. Alhamdulillah sejauh ini gw sih masih bisa menahan diri untuk tidak membeli baju2 SALE utk gw, meskipun toko2nya berjejer memanggil2 gw untuk masuk :D Beda case-nya kalo untuk anak, SALE Mothercare, Seibu, crocs, InshaALLAH disambangin. Ya namanya juga sayang anak :(. Belum lagi restoran2nya, macem2 jenisnya.Ada Duck King, Sushi Tei, Sumpit, Kafe Betawi, Marche,Crystal Jade, Han Gang, Takigawa, Social House, Sky-E dan banyak lagi. Kalo ada diskon dari kartu kredit tertentu, lumayan juga tuh. Tapi, gw tahan2 nafsu untuk ga makan di resto2 itu. Cukup di kantin gedung aja, yang murah meriah. Biasanya makan paginya di kantin, terus makan siangnya, bawa dari rumah. Hemat bukan :). Kalo buat gw sih, Alhamdulillah gw bisa berhemat. Tapi nih ya, sebelah kantor ada Gramedia, liat buku gambar, jadi inget anak di rumah beliin. Liat gunting kecil, inget anak, beliin deh. Liat buku cerita, beliin juga deh. Terus liat crayon, cat air, buku ina inu beliin juga deh. Yaa.. gitu deh, ceritanya sih pengen hemat, tapi kalo udah urusan anak, buyar semua :D Tapi InshaALLAh yang gw beliin untuk anak gw berguna, bukan sekedar mainan2 yang tidak mendidik. *mencari pembenaran*

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Sunday, July 7, 2013

D.I.L.E.M.A

Being mother, is not easy. Well, everybody has known about it. I believe that every mom has their own battle. Eventhough she is a working mom, full timer or part timer, or housewife. Being working mom is not easy either. Well, sometimes people see us as mothers who neglect their kids, having fun at their office, leave their children at home. Mothers who don't want to take care their own children. You know what, it's a tough choice for us. Every morning I need to gain so much power to leave my only son. When he ask me to stay, I have to be brave to say No, and keep going to office. I have to be strong enough not to let my tears fall down. Seeing my baby's face, his begging face and crying, is really hurt me. But, I have to go. I need to go to office, working for him too. I really want him to have what the best for him, the best school, the best toys, the best entertainments, the best holidays, everything for him. While on the way to office, if I see a boy as his age with his mother, I really envy her. I really want to be at her place. Let his son in her lap, hug him, talk and tell him story, kiss him, smell him, seeing his smile, it really torture me. When I arrive at office, I start working and get busy with myself. Why? Because I don't want have a room to think about my son. If he's sick, it's really terrible situation. I keep blaming myself, I really afraid if something bad happen to him. But.. I still have to work. It's egois, but life is not as we ask. I work for my family, helping family economy. Being working mom, is not like i dreamed. I have no intention to become a working mom. I pictured my self at home together with my kids, prepare him before going to school, breakfast together, take him to school, pick him up, have lunch together, teach them at home, play with them. If I should work,my dream was working as a teacher not full time one. But, sometimes we can not have what we wish for....

Now, I have to work hard for my son. Helping family economy. Maybe someday, if my hubby's business expanding, and I don't need to work anymore. I can fulfil my dream :)

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, July 4, 2013

Mat-Gay

Ga tauk kenapa, tiba2 BB gw jadi error :( trackpad-nya ga berfungsi, coba untuk ganti trackpad di service BlackBerry, but it's useless. Katanya BB-nya harus disimpen dulu di tempat servis, untuk dilihat. Gw ga masih pikir2 dulu, apalagi kebetulan kemaren itu gw emang lagi "nunggu telpon", jadi dibawa balik lagi deh itu BB. Hari ini, gw pindahin sim card ke HP yang kebetulan nganggur di rumah, so no BBM from yesterday until today. Gimana rasanya? Mat-gay gw :(

Mungkin buat kebanyakan orang, "APA SIH LO?! GA ADA BB AJA BISA MAT-GAY!". Bener deh, bukan apa2, jualan OL gw jadi tersendat *hiikss...* Miris rasanya liat beberapa BBM masuk, tapi ga bisa buka pesannya. Udah gitu, FB di kantor juga di-blocked, dan WIFI-nya pun sama, jadi gw buka FB juga dari BB. Bukannya sok2an mau eksis atau gimana, cuma itu loh pesenan jualan gw juga lewat FB *hiiiikkss...*. Belum lagi whatsapp-nya juga ga bisa dibuka. "PENTING GITU WHATSAPP BUAT ELO DIN?". Penting banget, order-an juga lewat whatsapp. Sedih deh, takutnya nanti customer2 gw pada kecewa. Ahh.. bener2 nih BB, emang dibutuhin banget sama gw.

Maaf ya customerku yang tercinta, bukan maksud hati ingin nyuekin bbm, sms, whatsapp atau message dan comment di FB, tapi sori dori mori BB-ku rusak *huaaa... nangis*

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Monday, July 1, 2013

Tips and Tricks Menghadapi Bos yang Rese

Untuk menghadapi bos yang rese, ada beberapa tips and tricks :
1. I'm cool --> berusaha untuk tetap tenang
2. I'm peace --> jangan meng-konfrontasi si bos
3. I'm professional --> jadikan bos sebagai "klien", bersikap netral, perhatikan. Jangan curhat dan komplain
4. Say it words --> biar bos tidak lupa, kirim e-mail juga (bentuk tertulis)
5. I don't do drama --> Jangan bikin drama, dengan melakukan hal2 yang aneh2.
6. I'm no gossiper --> tenang, tetap mengontrol dan liat situasi. Tidak perlu di-gosip-in ke seluruh kantor
7. I'm independent --> jadi karyawan yang mandiri
8. Still be possitive dan rational

Atau seperti artikel di bawah ini :

Mungkin setiap Anda yang membaca artikel ini memiliki pengalaman buruk dengan atasan yang kurang menyenangkan. Bos seperti ini ada di mana-mana. Tidak ada yang tahu darimana mereka datang atau apa yang menyebabkan mereka dapat bersikap buruk. Namun, setiap bos yang menyebalkan memiliki sisi baik, bahkan jika Anda merasa tidak tahan berhadapan dengannya. Banyak tips yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi temperamen atasan Anda yang sulit dan membuat kehidupan profesional Anda menjadi lebih mudah.

1. Jangan Menjadi Emosional

Tergantung sifat seperti apa yang dimiliki orang tersebut, terdapat beberapa tips yang berbeda untuk meghadapi atasan yang sulit. Seringkali, bos yang benar-benar sulit memiliki karakter yang membuatnya berperilaku kasar atau terlalu kritis. Dalam hal ini, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menjaga agar emosi Anda tetap terkendali. Jangan menanggapi perilaku emosional tersebut, karena hanya dapat membuat Anda disalahgunakan dengan lebih buruk. Bahkan bisa menjadi suatu hal yang egois dan Anda tidak akan menginginkan memiliki benturan yang seperti itu dengan atasan Anda.

2. Rencana B

Ketika berhadapan dengan bos yang sulit, Anda cenderung menghindari konfrontasi maupun diskusi dalam bentuk apapun. Hal itu dapat dimengerti dan selalu terjadi dalam situasi seperti ini. Jadi, sangatlah baik bila Anda memiliki beberapa rencana ke depan, hanya untuk berjaga-jaga jika situasi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Rencana B Anda mungkin melibatkan pengetahuan bahwa Anda telah dijamin pekerjaan lain sebelum mebicarakan topik yang sensitif ini dengan atasan Anda, atau mungkin Anda dapat menghadiri rapat kerja dengan beberapa kemungkinan strategi yang berbeda.

3. Diskusikan, Jangan Konfrontasi

Berbicara tentang konfrontasi, jangan pernah lakukan itu. Anda tidak akan pernah menginginkan konfrontasi dengan atasan yang sulit. Jika atasan Anda bersikap kritis terhadap Anda, jangan langsung melawan dan menunjukkan sifat defensif. Konfrontasi semacam itu hanya akan mengakibatkan hal yang buruk bagi Anda. Mungkin hal itu melukai hati Anda, tapi lawanlah kritik yang dilontarkannya untuk meminta nasehat. Atasan Anda mungkin hanya memiliki cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu.

4. Periksa Diri Anda Sendiri

Tips untuk menghadapi atasan yang sulit juga perlu diberlakukan pada diri Anda sendiri. Pastikan Anda telah memeriksa perilaku Anda terlebih dahulu, dan evaluasi kinerja pekerjaan Anda. Apakah Anda telah melakukan sesuatu yang salah? Apakah Anda telah memaksa atasan Anda dengan beberapa cara? Terkadang kita memberikan petunjuk negatif tanpa bermaksud melakukannya, dan hal itu dapat menyebabkan atasan Anda berperilaku buruk terhadap Anda.

5. Miliki Seorang Mentor

Seringkali, memiliki seseorang untuk diajak bicara dapat mendatangkan manfaat dalam banyak area. Dengan menempatkan seseorang di perusahaan Anda yang dapat bertindak sebagai mentor, Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan nasehat yang baik untuk menghadapi situasi tersebut. Anda dapat melihat manajemen yang baik itu seperti apa, dan Anda akan memiliki seseorang kepada siapa Anda dapat mencurahkan isi hati.

6. Buatlah Daftar

Tips lain untuk menghadapi atasan yang sulit adalah dengan merinci semua perilaku buruknya. Anda mungkin tidak akan pernah menunjukkan daftar ini kepada atasan Anda, namun berlatih melakukan hal ini dapat menjadi sebuah katarsis. Anda dapat melihat secara hitam putih apa yang paling mengganggu Anda. Selain membiarkan Anda melampiaskan perasaan Anda, metode ini juga dapat membantu Anda membayangkan cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk menangkal atau mengatasi perilaku buruk atasan Anda.

7. Mengetahui Keterbatasan Anda

Harimau tidak dapat mengubah garis-garis tubuhnya. Jika duduk dan berbicara dengan atasan Anda sepertinya tidak dapat menjadi pilihan, Anda mungkin harus menerima kenyataan bahwa Anda tidak dapat mengubah perilaku atasan Anda. Atasan Anda mungkin secara umum adalah seorang yang sulit. Dari sini, Anda bisa belajar untuk tidak mengambil hati segala hal yang dikatakan atasan Anda, dan berhentilah untuk menjelek-jelekkan atasan Anda. Bos Anda bukanlah seorang yang mengerikan, hanya atasan Anda – seseorang yang harus Anda hadapi sampai salah satu dari Anda mendapatkan posisi yang berbeda atau mendapatkan pekerjaan yang baru.

Selalu ada keterbatasan bila berhubungan degan orang lain. Anda tidak dapat mengubah setiap orang, dan beberapa orang memang tidak ingin berubah. Jadi, satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah mengubah respon Anda dengan cara yang lebih positif.
Source : allwomenstalk


Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Thursday, June 27, 2013

Manusia Cemen!
Ya itulah gw :(

Bermula dr keinginan gw utk pindah kerja, utk nyari kerjaan yg lbh baik dan yg paling utama gaji yg lebih besar. Setelah. Mengirimkan banyak aplikasi dan CV, hingga akhirnya sebuah perusahaan minyak Inggris memanggil utk interview. Tapi, lokasinya terlalu jauh, antara rumah gw yg ada di Cempaka Putih sedangkan lokasinya di TB Simatupang Jakarta Selatan. Sebagai seorang ibu dr seorang anak, rasanya terlalu berat utk gw hrs bekerja sejauh itu. Berarti gw harus mengorbankan wkt kebersamaan gw dengan anak gw. So, jarak ǰαϑȋ masalahnya. Kemudian sebuah perusahaan German yg sudah lumayan besar di negara asalnya, di benua Eropa serta Amerika, ingin membuka perusahaan di Jakarta. Lokasi kantor di Pluit, adalah kendala awal utk gw. Lumayan jauh dan macet, kedua masalah settling new company, with no clear job description, itu ǰαϑȋ masalah jg buat gw. Meskipun gw akan ǰαϑȋ orang kepercayaan bos, tp gw memikirkan pekerjaan yg pastinya akan sgt byk, it reminds me again to my only son. Kemudian perusahaan
Oil Australia, menawarkan pekerjaan dengan contract based 1 year. It's tough choice, karena gw slm ini gw kerja sdh ǰαϑȋ permanen. Kalau pada akhirnya kontrak gw ga diperpanjang gimana? Apalagi denger2 bos-nya itu agak rese dan disebelin sekantor. Saya takut kalo nanti saya mau cuti tiba2 karena anak sakit, bagaimana? Kalau lingkungan kerja saya tidak menyenangkan, atau bos yg rese dan menyebalkan. Gw sdh terbiasa dgn kantor yg sdh 12 th lbh gw bernaung di sana. Hmmmm... How can I move on? Memang saya manusia cemen, dengan tll byk pertimbangan dan takut utk keluar dr "zona nyaman". *sigh*

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...