Tuesday, May 14, 2013

Hunting Pesantren

My son Abrar is 4 years now. Untuk kebanyakan ibu2 untuk anak seumur ini, mereka lagi pada sibuk cari TK or SD. Tapi tidak buat gw, ibunya Abrar yang satu ini lagi hunting pesantren untuk SMP anaknya. Oooh.. sungguh lebay :D Tapi that's me. Setelah hunting, browsing dan checking, akhirnya sampai pada 2 option seperti di bawah ini :

1. Nurul Fikri Boarding School, Lembang - Bandung
Sebuah pesantren modern terletak di kawasan pegunungan yang sejuk di Lembang, Bandung.

Alamat :
Jl. Cisarongge, Kampung Cidadap.
Desa Cibodas, Maribaya Timur, Lembang
Contact No. : 022 - 61049562
website : www.nfbslembang.com

•Informasi & Pendaftaran Santri Baru Cp: Mira (022-61049562), (087825303879), Asep Gunadi (087824892389) Email: mail@nfbslembang.com

•Informasi & Status Pembayaran SPP Santri Cp: Diana (022-61496571)(087825303565) Email : administrasi@nfbslembang.com
•Informasi dan Perizinan Santri Cp. Asmat, Nursyahbania (022-61606025), (022-61606029) Jam Kontak Perizinan 07.00 - 16.00 WIB Senin-Sabtu atau kirim Email ke : syuun_thalabah@nfbslembang.com

Kurikulum Pesantren :
Akidah, Tafsir dan Ulumul Qur’an, Hadist dan Ulumul Hadist, Bahasa Arab, Sirah Nabawiyah, Fiqih, Tahsin dan Tahfidz, Life Skill, Leadership Course.

Fasilitas yang disediakan :
•Unit Kesehatan Pesantren
•Lab Komputer Tholib dan Tholibah
•Lab Sains
•Kantin dan Restaurant
•Guest House untuk penginapan orang tua
•Outbound Training yang terintegrasi dengan sarana olah raga
•Lapangan Volley
•Lapangan Basket
•Lapangan Futsal
•Perpustakaan
•Laundry untuk santri tholib dan tholibah
•Telescope
•Ruang Osis dan Badan Eksekutif Santri
•Ruang Kelas dengan Smart Reader Card
•Keamanan 24 Jam
•Masjid untuk Santri Tholib dan Tholibah

Biaya :
Kebetulan keponakan suami gw baru masukin anaknya ke sini. Tapi untuk SMA-nya.
Biayanya memang lumayan mahal (menurut gw).
Uang masuk SMP : IDR 67,000,000
Uang SPP bulanan : IDR 2.8 Juta/ bulan

Lumayan ya. Lumayan bikin bangkrut *tepok jidat*




photo taken from nfbs website (http://www.nfbslembang.com)

2. Yayasan Pendidikan Al Ma'soem - Bandung
Yayasan pendidikan yang lumayan besar terletak di Jatinangor, Bandung. Disini juga ada sekolah reguler, yang tidak harus menginap, jadi sore pulang. Tapi, gw memilih boarding school-nya.

Alamat :
Yayasan Pendidikan Al Ma’soem
Jl. Raya Cileunyi-Rancaekek No. 22 Cipacing Jatinangor
Telp/Fax. 022-7798204, 7798243
website : http://www.masoem.com
e-mail : info@masoem.com

Kurikulum Pesantren :
A. Materi Utama

1.Baca Al Quran dengan Tajwid (Tuhfatul Athfal & Jazariyah)
2.Fiqih Ibadah (Safinatunnaja)
3.Aqidah (Tijanuddaruri)
4.Akhlaq (Ta’limul Muta’alim, Adab Sunnah Yaumiyah)
5.Bahasa (Nahwu – Sharaf)
6.Conversition & Muhaddatsah
7.Tahfidz Juz ’Amma

B. Materi Penunjang (Esktrakurikuler)

1.Pembinaan Tilawat Al Quran
2.Bimbel Mata Pelajaran yang di-UN-kan
3.Pendalaman kitab kuning
4.Olahraga : Pootsal, Bola Basket, Bola Voli, Renang, Atletik, Tae Kwon Do, Merpati Putih, Tarung Darajat, Karate, Panjat Dinding, dll
5.Olah Seni : Teater, Degung, Paduan Suara, Qasidah, Nasyid, Marawis, Kaligrafi, dll
6.Keterampilan pikir : Kelompok Studi Islam, Pelatihan Dakwah, Keorganisasian Dewan Santri,dll

Pembelajaran pokok di PSAM dibagi menjadi dua sesi yaitu ba’da Isya dan ba’da Subuh. Ba’da Isya terdiri dari baca Al Quran beserta tajwidnya, fiqih ibadah, aqidah akhlaq, percakapan Bahasa arab dan Bahasa Inggris. Sedangkan Ba’da Subuh adalah tahfiz (hapalan ) Qur’an.

Fasilitas yang disediakan :

1.P3K & Poliklinik
2.Sistem Pembayaran Online (Mandiri Virtual Account / MVA, BRI Virtual Account / BRIVA & BPR Syari’ah PNM Al Ma’soem)
3.Lab Komputer
4.Lapang Futsal
5.Lapangan Bola
6.Lapangan Basket
7.Tenis Meja
8.Outbond
9.Setiap kamar diisi antara 4 s.d. 6 santri, dilengkapi kamar mandi didalam, tempat tidur bertingkat.
10.Kantin yang representatif
11. Perpustakaan
12. Mesjid
13.Laundry
14.Mini Market
15.Warnet (gratis)
16.Lingkungan yang nyaman, tenang, dan asri.
17.CCTV
18.Makanan Halalan Thoyyiban dengan sistem parasman
19.Pengamanan Jaga 24 jam

Biaya :
Uang Masuk : IDR 17,000,000
Uang sekolah + Boarding : IDR 1,050,000
Di luar uang buku
Untuk pesantren al-ma'some, biayanya lebih ramah kantong gw :)


Photo taken from :www.masoem.com

PS : Asumsikan biaya sekarang (2013) akan naik 10% tiap tahunnya hingga anak mencapai SMP.

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Tuesday, May 7, 2013

being jelous...

Life is a fairy tale.
Like princess found her prince charming.
They have two children, a boy and a girl.
Their son is very handsome,
and their daughter is very beautiful.
They live at the castle with big yard and playground.
They have many helpers: gardeners, butchers, maids, chef,drivers, etc.
Everyone love them.
They can have anything they want.
And they live happy ever after.

Pernah ga sih kita berfikir kalo, "Wah hidup dia enak banget ya!. Punya suami, cakep, tajir, sayang istri dan keluarga. Istrinya cantik, sexy, langsing dan sangat dicintai suami serta anak2nya. Anak2nya cantik, ganteng, pinter dan baik pula." Hm.. gw sih pernah ya, agak2 iri sama temen gw. Suaminya direktur perusahaan asing, hidup makmur berkelebihan malah. Udah gitu suaminya cakep, sayang istri dan anak2nya. Sering gw ngeliat status2 suaminya yang menunjukkan perasaan cintanya pada istrinya, belum lagi foto2 istrinya dan anak2nya yang memenuhi ruang social medianya. Istrinya, wanita ideal. Seorang wanita cantik, sexy, langsing, pintar, bisa masak, bikin kue dan mengurus anak2. Anak2nya, cantik, ganteng dan pintar. Juara kelas, juara ini itu, dan selalu saling menyayangi antara adik-kakaknya. Awalnya gw iri sama kehidupan mereka. Mereka seperti hidup di cerita2 dongeng. Tapi itu dulu, sekarang gw merasa beruntung sekali dengan kehidupan gw. Bukan karena apa yang gw mau bisa terwujud, tapi gw merasa hidup itu sebuah proses yang harus dimaknai dan dipetik hikmah-nya. Kok kesannya sok wise banget ya :D gini nih ceritanya :

Fact : Kehidupan gw sekarang dengan dulu berbeda. Dulu orang tua gw sangat mampu. Apa yang gw mau InshaALLAH dituruti. Belanja di mol, beli baju2 bermerk, sepatu ga mau tuh BATA, maunya NIKE, ADIDAS, ELLYSE (masih ada ga sih merk ini). Celana jeans gw semuanya LEVIS, ga level deh tuh TIRA, atau merk abal2 yang beli di ITC. Liburan ke luar negeri, Eropa, Amerika, mobil juga keluaran terbaru dong. Secara bokap gw tiap taon even setaon 2x ganti mobil. Ada mobil terbaru keluar, langsung beli. Berbeda dengan kehidupan gw yang dulu, sekarang belanja cukup di pasar atau ITC, sepatu abal2 pun jadi yang penting keren. Baju, celana, tas, yang murah aja deh. Liburan jauh2 ke Eropa, Amrik, tunggu ya, mau yang deket2 aja susah euy :D.

Tapi gw merasa happy dengan kehidupan gw sekarang. Ada banyak pelajaran hidup yang gw dapat. Kalau dulu gw bergaul sama orang lain, mikir,"Dia temenan sama gw karena gw bawa mobil atau gimana ya?. Dia itu suka sama gw karena materi atau gimana ya?". Kalau sekarang, gw ga bingung lagi. Well, kalo emang dia ga mau bertemen sama gw berarti dia ga bisa nerima gw apa adanya. Gw lebih tauk mana yang temen sejati mana yang enggak. Gw juga bisa lebih ngertiin posisi orang lain, dan lebih bersyukur dengan apa yang gw miliki. Kalau dulu karena ngerasa segala sesuatu itu mudah, gampang didapat, hidup nyaman, fasilitas berlimpah, gw jadi tidak "peka" pada sekitar.

Fact : Semua yang gw inginkan bisa langsung terkabul. Gw pengen banget pindah kerja, udah banyak kertas2 lamaran yang gw kirim. Udah nanya sana-sini, udah subscribe segala jobsdb, lionsjob, kompas karir, dll. Udah titip lamaran ke temen2 gw. Padahal IPK gw juga bagus, yaa.. 3 koma lumayan kan ya :D. Udah gitu kuliah sampe 3x di universitas2 yang bagus juga. Tapi emang belum rezeki ya. Jadi belum dapet aja.

Tapi itu dia, hidup itu proses. Dengan proses yang sulit, InshaALLAH gw lebih menghargai apa yang gw dapat. Bila nanti gw dapet pekerjaan baru, InshaALLAh kerjaan itu lebih baik. Gw jg belajar untuk lebih bersabar dan terus berusaha. Yang namanya sabar itu ga ada limitation-nya. Dan banyak hikmah yang gw dapet juga. Contohnya nih, suami gw lagi butuh modal segar untuk perluasan usahanya. Kalau pinjam ke bank, bunganya minimal 24% setahun. Alhamdulillah gw masih kerja di kantor gw sekarang, gw bisa pinjam uang dengan bunga hanya 3.5% / tahun. Uangnya keluar juga cepet, ga perlu nunggu terlalu lama jadi bisa langsung dipakai untuk modal usaha suami. Selain itu gw juga nanya2 kerjaan ke temen2 gw, InshaALLAH itu jadi meningkatkan silaturahmi. Kalau ga karena nanya lowongan kerjaan, belum tentu kan BBM-an, SMS-an atau telpon :D

Fact : Suami gw bukan direktur perusahaan asing. Dia seorang wiraswasta, pemilik tunggal, CEO usaha kecil2annya :D. Pastinya uangnya ga sebanyak suaminya temen gw itu. Dan yang namanya usaha sendiri, apalagi usaha kecil2an, pastinya uangnya juga ga pasti. Kalo banyak user-nya, Alhamdulillah uangnya ada agak banyak masuk. Tapi kalo lagi sepi user, yaa... agak pusing juga. Kebutuhan banyak tapi pemasukan tidak sebanding.

Tapi InshaALLAH gw selalu mendukung sepak terjang usaha suami gw. Selama dia mau berusaha dan bertanggung jawab untuk keluarga. Lagian, banyak kok orang yang jadi pegawai, kerja dengan orang lain ga bahagia. Siapa sih yang seneng kalo kerja diatur2 sama orang lain, harus begini, begitu. Sabtu Minggu waktunya bareng keluarga ditelpon kantor suruh masuk, disuruh meeting. Kalau usaha sendiri, kita bebas nentuin ritme kerja kita. Dengan konsekuensi kalau elo kerjanya santai2, ya uangnya juga sedikit. Tapi kalo elo kerjanya lebih giat, InshaALLAH hasilnya juga lebih banyak. Selain itu juga bikin kita lebih kreatif. Yang namanya usaha, pastinya ada jatuh bangun. Tapi waktu jatuh itu, otak kita jadi berfikir lebih keras lagi,"Hm.. gimana ya caranya supaya nih usaha bisa naik lagi?". Alhamdulillah, meskipun hasilnya tidak sebesar suaminya temen gw yang direktur itu, tapi suami gw bahagia. Karena dia melakukan pekerjaan yang sesuai dengan hati nuraninya, dan dapat melakukan apa yang dia mau utk mengurus usahanya. Sebagai istri, gw juga ikut bahagia dong kalo suami bahagia :) InshaALLAH support selalu *hugs*. Mudah2an usaha suami gw juga tambah berkembang ya, karena kata orang nih,"Usaha yang baik itu harus didukung oleh suami/istri.".

Alhamdulillah, untuk masalah anak gw sudah sangat-sangat bersyukur. Abrar, menurut gw, sangat pintar, baik, sayang sama orang tua dan keluarga, anak yang selalu bisa dibanggakan dan secara fisik juga sangat ganteng. Sori ya ini penilaian yang sangat2 subjektif, menurut ibunya sendiri :).

Jadi, ga ada deh alasan untuk iri sama kehidupan orang lain. Mungkin orang lain bergelimpang harta, tapi coba kalo kita yang berada di posisi mereka, apakah kita akan bahagia? Atau orang lain bisa jalan2 ke luar negeri, ke Eropa, Amerika, tiap bulan. Sedangkan kita jalan2 domestik aja di dalam negeri. Tapi ngerasa lebih nyaman karena bareng keluarga, ketemu temen2 yang menyenangkan. Mungkin kita tinggal di rumah yang kecil, tipe 4L (Loe Lagi Loe Lagi). Bayangin orang lain yang tinggal di rumah seperti kerajaan, punya 100 kamar, 100 kamar mandi (lebay), repot ga sih, ga bisa ketemu ibu,bapak atau anaknya. Lah, kamarnya jauh2an hehehe...

Hidup itu terus berjalan. Tanpa kita sadari, hey it's been 10 years now. Banyak hal yang sudah dilalui. Kalau hidup tidak kita jalani dengan sepenuh hati, dengan rasa syukur dan keikhlasan, tanpa kita sadari hidup yang sudah kita lalui itu tidak meninggalkan kesan apa2, flat aja seperti sebuah iklan r*k*k (life is never flat!). Jadi awali dengan Alhamdulillah, bangun pagi2, mulai bersyukur,"Alhamdulillah masih diberi kehidupan, masih sehat, masih bisa melihat anak yang lagi tidur pulas". Berangkat kerja, di bis penuh sesak, "Alhamdulillah, masih bisa ber-sesak2an dengan orang lain. Coba bayangin kalo ga ada orang, sepi kayak di kuburan. hiiyyy...". Kerjaan banyak, tapi gaji kecil. Tetep bersyukur,"Alhamdulillah, masih ada yang memerlukan jasa gw untuk kerja + dikasi kerjaan banyak, berarti kerjaan gw bagus. Gajinya kecil, ya gak apa2, masih mending digaji daripada kerja rodi ga dibayar :D". Sampai nanti malam tiba, sebelum tidur pun tetep bersyukur,"Alhamdulilah, masih bisa tidur. Kebayang orang yang ga bisa tidur :D".


Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Pesantren

Ga tauk kenapa, gw tuh pengen banget masukin Abrar SMP or SMA di pesantren. Intinya sih gw pengen Abrar mempunyai nilai agama yang baik serta mandiri. Buat gw, sekolah itu yang paling penting ya agamanya, makanya dari sekarang pun Abrar, gw masukin ke daycare yang ada sekolahnya yang berbasis agama. Buat gw, agama itu pondasi utama dalam segala hal. Banyak orang tua yang mempunyai pertimbangan2 tersendiri dalam memilih sekolah. Ada yang memprioritaskan sekolah dengan bahasa Inggris, sehingga anaknya jadi cas-cis-cus bahasa Inggris. Ada juga yang mencari sekolah, yang mengajarkan anak baca dan calistung. Ada juga yang mencari sekolah dengan fasilitas yang banyak, ada kolam renang, ruang komputer, playground yang besar. Atau ada juga prioritas utamanya, mencari sekolah dekat dari rumah dan banyak alasan lainnya. Memang, cari sekolah itu gampang-gampang susah, kadang sulit sekali cari sekolah yang sreg dengan keinginan kita. Ada yang kurikulumnya bagus, tapi lokasinya jauh. Atau ada sekolah yang orang tuanya udah sreg di situ, eh anaknya ga suka. Ya hal2 seperti itulah. Alhamdulillah, so far gw sudah cukup puas dengan daycare + sekolahnya Abrar. Karena ya itu tadi, basisnya agama, harganya juga terjangkau, pelajaran yang diberikan juga sambil bermain, ga diharusin untuk belajar baca dan berhitung, mengajarkan kemandirian, rasa berbagi dengan orang lain (it's also important) dan kesederhanaan. Gw ga terlalu mementingkan kurikulum yang diberikan, harus bisa ini itu. Yang lebih gw liat itu, selain agama, gw mementingkan pelajaran moral-nya, cara dia berinteraksi dengan orang lain, menghormati orang tua dan sesama, kesederhanaan, tidak egois, sayang, care pada orang tua, orang lain serta lingkungan, dll. Selain itu, melatih keberanian serta kemandirian. Menurut gw, agama itu harus terus ditanamkan hingga dia SMA (karena gw punya cita2 untuk kuliah Abrar di Luar Negeri. Amiinnn....). InshaALLAH, kalau pondasinya sudah kuat, kalau Abrar kuliah di luar negeri dia tidak terimbas dengan segala pergaulan bebas, kehidupan yang ateis, dan hal2 lainnya.


Back to pesantren. Kenapa pesantren? Kenapa bukan sekolah agama biasa aja? Kan ada SMP dan SMA islam. Hm.. kenapa ya? Ga tauk deh, kayaknya kalo di pesantren itu lebih gimanaaa gitu. Pelajaran agamanya lebih banyak, selain itu belajar kemandirian. Gw ngebayangin, anak gw subuh2 sudah bangun, dia solat Subuh berjamaah, terus bersih2 (nyapu, beres2 kamar), abis itu baca Al-Qur'an. Aduuh.. adem banget yaa kayaknya :). Belajar pelajaran seperti umumnya, ditambah dengan pelajaran fiqih, aqidah, bahasa Arab, sebelum Dzuhur, sholat Dhuha. Nanti sholat Dzuhurnya, jamaah-an lagi, begitu pula sholat Magrib dan Isya. Tengah malam, dibangunin untuk sholat Tahajud. Ya ALLAH, indah banget ya :). Mudah2an bisa tercapai. Amin.



Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Tuesday, April 23, 2013

Dating with my Hubby

Hari Minggu kemaren (21 April), kebetulan minggu itu adalah jadwal suami gw balik ke Jakarta. FYR : suami gw kerja di Bandung, pulang ke Jakarta 2 minggu sekali. Pagi2 gw dan Abrar udah dijemput kakak gw untuk makan olahraga di Senayan. Anak2 main skuter, orang tuanya jalan santai :). Setelah itu makan di sekitaran Senayan. Alhamdulillah, Abrar mau makan dengan sop iga + nasi. Gw pesen somay aja. Pulangnya nyempetin nengok Senayan City, beli donat di J-Co. Pulangnya udah lumayan sore, jam setengah 4 sampai rumah. Suami gw udah nunggu, dia memang sudah wanti2 sama gw untuk pulang paling telat jam 3 sore, soalnya dia mau dianterin ke Artha Gading untuk liat2 lemari. Setelah mandi, solat dan nyuapin Abrar, jam 5an kita berangkat. Dari rumah Abrar udah minta untuk dianterin ke rumah sepupunya aja. Dia ga mau ikut ke mol.

Gw : Brar, kita ke Artha Gading ya. kita ke mol ya! *biasanya anak gw paling demen nih diajakin ke mol, sekalian dia bisa main di tempat mainannya + minta beliin mobil2an*
Abrar : Enggak, Abrar mo ke rumah Varo aja.
Hubby : Abrar bener ga mau ikut ke mol? enak loh ke mol bareng ibu-bapak.
Abrar : Abrar mo ke rumah Varo aja.
Gw : Nanti ibu sama bapak pergi loh bang ke mol. Abrar ditinggal sendiri di rumah Varo, gak apa2?
Abrar : iya gak apa2. Bapak anter Abrar dulu ke rumah Varo, terus nanti jemput lagi.

Ya ampun ini anak, baru umur 4 tahun aja udah ga mau diajak2 ibu-bapaknya. Jadi inget gw waktu dulu, sampe SMA juga masih ngintil terus sama nyokap bokap. Apalagi ke mol, ya seneng2 aja. Lumayan bisa makan dan ngerengek2 minta dibeliin apa gitu :D. Ini, Abrar yang notabene masih 4 tahun, kok ya udah seperti gw waktu SMA *tepok jidat*

Jadilah, hari Minggu kemaren adalah waktunya untuk saya dan suami dating berduaan aja :D Setelah liat2 lemari (cuma liat2 aja ga beli), abis itu kita makan berduaan di Fiesta Steak. Ya lumayan deh, emang udah lama banget kita ga makan berduaan. Soalnya suami gw or gw emang ga mau pergi tanpa Abrar. Jadi, hari itu judulnya "Kepaksa Dating with my Hubby" hihihihi... tapi menyenangkan sih, meskipun ga bisa lama2 juga. Soalnya keinget anak, jadi judulnya SMP, Sehabis Makan Pulang. Jemput Abrar di rumah kakak gw, dia masih asik main dan belum mau pulang. Setelah beberapa jam dan dirayu2 akhirnya kita pulang. Oh anakku, udah makin gede aja sih sayang...

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Wednesday, April 17, 2013

Being Happy


Photo's taken from : www.theminimalist.com

Bahagia itu bukanlah sesuatu yang dihitung dengan banyaknya materi yang kita punya, bukan juga dengan jabatan yang tinggi serta gaji selangit. Bahagia itu bukan karena semua yang kita inginkan, bisa diwujudkan. Tapi bahagia itu ada dalam pikiran kita.

Pengalaman mengajarkan, ketika dulu gw masih sekolah, Alhamdulillah bokap gw lumayan berkedudukan di kantor, jadi gw bisa menikmati jalan2 ke luar negeri, dari Singapura, Aussie, Amerika sampai Eropa. Nginep di hotel2 berbintang, jalan2 ke tempat wisata, belanja2 tinggal minta duit ke orang tua. Setelah gw kerja, malu dong minta duit ke orang tua, harusnya anak yang ngasih orang tua. Meskipun gaji gw ga seberapa, punya anak dan suami gw juga bukan orang kaya. Untuk jalan2 ke luar negeri harus mikir 2x, nyisihin uang kayaknya susah banget apalagi kalo sampe buat belanja2. hayaah.. bisa buat makan aja udah Alhamdulillah. Dan syukurlah kita sempet jalan2 ke Singapura (yang deket aja), meskipun dengan dana minim, tiket beli dari taon lalu. Untungnya, banyak kemudahan. Yang gw ketemu temen gw, dan akhirnya bisa nginep di rumahnya. Alhamdulillah banget, cut budget untuk akomodasi yang lumayan besar.

Dulu gw mo pindah kerja gampang aja, tinggal masukin lamaran, besokannya dipanggil, ga lama dapet kabar diterima. Sekarang, gw ga tauk deh apa ini kutukan dari kantor gw atau gimana, susah banget untuk pindah kerja. Meskipun gw udah kuliah sampe 3x dan Alhamdulillah lulus dengan IPK 3-an(gw pikir bisa jadi bekal gw untuk ngelamar kerjaan baru).

Dulu waktu gw masih single, tiap hari nongkrong sama temen2, chit-chat, seneng2. Berburu sale barang2 bermerk. Sekarang, waktu gw dihabiskan di rumah bareng anak gw. Boro2 nongkrong sama temen2. Belanja pun, ga perlu deh ke mol. Untuk urusan belanja di mol, utk keperluan anak, baju2nya bole deh bermerk. Ibunya, enggak perlu kayaknya.

Hidup gw mengalami banyak perubahan. Kalo orang ngeliat mungkin hidup gw sekarang ini ga segampang dan semudah dulu. Or, my life is so boring. Tapi, seperti yang gw bilang di awal,"Kebahagiaan ga selalu diukur dari materi, jabatan, posisi, kebebasan, gaji selangit, bla bla bla" Tapi kebahagiaan itu berasal dari pikiran kita. Alhamdulillah gw merasa bahagia. Things are not like we plan to, but I'm still positive thingking. I believe what happen to me, is the best for me.

Gw punya temen, tiap ketemu gw always complaining. Masalah suaminya, kerjaannya, pengeluarannya, dan lain-lain. Gw ngeliat temen gw ini, dia punya posisi yang bagus di kantornya, gajinya berlipat2 ganda dari gw, suaminya juga bertanggung jawab dan bekerja dengan gaji lebih besar dari pendapatan suami gw. Gw juga liat temen gw ini gampang untuk dapet kerjaan baru, dia bisa pindah kerja sesuka hatinya. Masalah pengeluaran, kita sama2 keluarga kecil (baru punya 1 orang anak). Kalau dia mempunyai pengeluaran lebih besar dari gw, ya mungkin emang dia kebutuhannya lebih besar dari gw. Menurut gw, hidup itu terasa akan sangat berat, apabila kita lupa untuk bersyukur pada apa yang telah kita dapatkan, instead of mengeluhkan pada apa yang belum kita dapat.

Dulu suami gw pernah cerita sama gw, kalau dulunya dia hidupnya susah. Uang susah, bisa makan sekali sehari aja sudah bersyukur. Tapi dia ngerasa bahagia. *suami gw memang bukan dari keluarga berkecukupan, orang tuanya hanya petani yang menjual sawahnya untuk sekolah anak2nya. Suami gw anak paling bungus (ke-5), dan orang tuanya ga punya uang lebih untuk nyekolahin dia. So, he tried to continue his school by his own.*.

Banyak orang yang secara materi berlimpah, mau beli ini tinggal tunjuk. Mau jalan2 ke mana, bisa langsung pergi. Tapi, apakah mereka bahagia?

Usaha (ikhtiar) itu harus, diiringi dengan doa dan kepasrahan pada Ilahi. Awali hari dengan bersyukur dan jalani hidup dengan ikhlas. Bahagia itu sederhana :), makan bersama keluarga piknik di bawah pohon beralaskan tikar dengan makanan rumah seadanya, bisa jadi merupakan suatu bentuk kebahagiaan. How about you? :)

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Monday, April 15, 2013

Full Time Mother

Week-end adalah 2 hari yang ditunggu2 oleh setiap anak dan orang tuanya. Waktunya buat anak, ibu dan bapak ber-interaksi satu sama lain, their quality time :). Seperti gw yang hari Sabtu ini menikmati hari leyeh2 se-dunia (lebay). Tapi apa iya hari leyeh2?. Alhamdulillah gw ga punya pembantu, jadi hari Sabtu - Minggu adalah hari2 untuk jadi inem. Dimulai dari bersih2 rumah, sapu, ngepel, beresin tempat tidur, mainan2 anak, nyuci, setrika, gosok kamar mandi, hm... apalagi ya? Okoknya kalo di rumah itu ada aja yang harus bisa dikerjakan. Pagi2, mandiin anak, bikin sarapan, suapin anak. Udah gitu, beres2 rumah, nyapu, ngepel, nyuci piring, nah yang paling terakhir setrika (ini kerjaan yang paling menyita waktu gw, karena kerjaan borongan selama seminggu, baru dikerjain di hari Sabtu. Jadi kebayang deh numpuknya *sigh*). Lagi sibuk2 kerja, kamar yang udah diberesin, udah kinclong disapu dan dipel, tiba2 "GUBRAK", mainan anak gw dikeluarin semua. Tempat tidur yang baru diganti seprei-nya dan udah rapih, dipakai untuk loncat2 sama anak2 (anak gw dan ponakan gw (gw anggep anak gw sendiri)). Belum lagi, pada naik2 ke atas meja, loncat sana - loncat sini, bikin deg-deg-an :(. Nanti dia numpahin susu ke atas seprei, bawa coklat ke atas seprei *sigh*. Lagi setrika baju2 segunung, pundak ditemplokin sama anak2. Keseeeelll deh! kayaknya mo ngantor aja *hiks*. Akhirnya gw BBM dong temen gw yang anaknya 4, dan dia full time mother alias ibu rumah tangga:

Gw : gw keluarin unek2 gw. Ga ada pembantu, kerjaan banyak, rumah berantakan, anak2 ga bisa dibilangin, kerepotan, pusing, stress...
Temen gw : Gw mah tiap hari Din, dari pagi sampe malam, ngurus anak 4, ga ada pembantu. Tiap hari gw stress, pusing. Tapi mau gimana harus diadepin. Tiap pagi gw nganter anak gw ke sekolah, anak2 gw bawa semua di mobil, berantem, nangis, ga bisa diem. Terus gw nganter suami ke commuter line. Pulang2, gw nyusuin anak gw (dia masih bisa kasi ASI exclusive loh ke anaknya yang paling bayi). Siang, jemput anak2 sekolah, ngurusin makannya, nyiapin segala sesuatunya. Jangan elo tanya rumah gw kayak gimana, berantakan. Gw juga kurang tidur, anak gw yang paling besar maunya belajar sama gw. Jadi dia harus ngalah, setelah adek2nya tidur, jam 10 malem dia baru belajar. Pagi2 gw harus bangun lagi. Hiburan gw satu2nya ya BB ini, sambil nyusuin anak gw BBM-an. Gw bisa nonton TV setengah jam aja, itu kayaknya udah anugerah banget.
*FYI, temen gw ini anaknya 4, usianya juga ga jauh2. Yang paling besar SD, yang paling kecil masih bayi 2 bulanan*.
Gw : Hah?! sumpah lo ga punya pembantu? Tapi ada dong pembantu untuk urusan rumah, untuk masak, bersih2, sapu, ngepel, nyuci *gw terheran2, ga percaya*
Temen gw : Ga ada Din, gw ga punya pembantu. Ya gw kerjain sendirilah, sesempetnya di sela2 kesibukan ngurus anak dan bayi.
Gw : Hebat banget lo Prie! superwoman
Temen gw : Kadang gw heran, orang tuh ngeluh repot ngurus anak, padahal di rumahnya ada pembantu + supir. Gw harus ngurus semua sendiri. Tapi gw lebih beruntung, orang lain anaknya banyak tapi harus naik angkot, gw masih mending naik mobil. Ngeliat kayak gitu, gw ga mau complain, gw ga boleh ngeluh, harus bersyukur, karena keadaan gw lebih baik dari orang lain.

Seorang ibu itu pekerjaan mulia. Ibu Rumah adalah Tangga pekerjaan yang paling berat, dan tidak berbayar, dan harus penuh ke-ikhlas-an. Kayaknya gw juga belum sanggup untuk give up my job and being full time mother. Ngurus anak2 dan rumah pas wiken aja kayaknya udah berat banget, udah bikin gw stress berat, apalagi kalo tiap hari.

*Dedicated to all Full Time Mother in the world*

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...

Sunday, April 14, 2013

Show some respect with others :)


Hari Minggu kemaren (April 14), gw ke Kelapa Gading bareng anak dan ponakan gw. Seperti biasa, ini anak2 suka agak susah makan. Akhirnya mereka mau makan di A*, diiming2in karena di sana ada playground-nya. Alhamdulillah pada mau makan sih, karena kalo ga mau makan ibunya ngancem,"Mau makan atau mau pulang aja nih?". hihihi...

Anak2 main di playground-nya, which is public place dong ya meskipun khusus untuk tamu restoran cepat saji A*. Banyak anak2 yang main di situ. Kayaknya pikiran anak2 piyik itu sama semua ya,"Makan fastfoond di tempat makanan yang ada mainannya" :D. Ada nih mbak2, ngasi makan anak majikannya. Terus ye, pipis dunk ya, 2x aja. Anak2 yang lain udah pada komen dong ya, kok ada pipis ga dibersihin. Pipis yang pertama kali, gw ga ngeh siapa yang pipis. Gw langsung dong panggil mas2 di restoran A* untuk ngebersihin bekas pipisan itu. Tapi yang kedua kalinya, kebetulan gw denger si mbak-nya bilang,"Duh, pipis udah 2x nih. Sambil gantiin celana si anak". Gw agak2 geram juga tuh sama si mbak2, udah tauk anaknya pipis kok ya ga dibersihin. Sampe 2x lagi. Gw bilang dong ke si mbak2 itu,"Mbak, bersihin dong pipis-annya". Terus si mbak itu, ngomong sambil berlalu "Nanti juga dibersihin". Trus gw bilang lagi ke dia,"Apa mbak?". Gw ga denger dong dia ngomongnya kayak kumur2, terus sambil lalu aja (ga sopan juga kan ya). Udah dong, itu pipis-an ga dibersihin, padahal banyak anak2 yang main di tempat main itu. Gila ya ini orang, udah anaknya pipis 2x, terus diem aja gitu, kayak tembok ga tauk salah. Gw celingak-celinguk, liat nyonya-nya lagi duduk sambil makan di meja. Pastinya itu "nyonya" juga tauk dong si anaknya pipis, secara si mbak-nya ambil celana ganti untuk si anak. Terus ya, "nyonya"-nya juga sama aja tambeng-nya, ga nyuruh si mbak-nya, atau cari mas2 untuk bersihin pipis anaknya. Dalam hati gw, ini pembantu sama majikan sama aja tambengnya!!!!.

Heran banget deh gw, kenapa ya orang2 tuh ga mau banget ngejaga kebersihan, kenyamanan tempat2 umum. Harusnya mereka punya andil juga dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat2 umum itu. Masa' udah ga bayar alias gratis, bisa puas memakai fasilitas yang disediakan, terus ya ga dijaga. Kasian dong orang lain yang pakai fasilitas umum itu. Seharusnya mereka juga dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas umum itu, eh gara2 satu dua oknum yang tidak bertanggung jawab, jadi jelek, dan kita juga ga nyaman. Menurut gw, karena kita pakai fasilitas umum yang nantinya dipakai oleh orang lain, seharusnya kita lebih menjaga kebersihan dan kenyamanannya. Kalau di rumah kita sendiri, terserah deh mau kotor atau mau gimana. Orang yang pake kita sendiri, kita sendiri yang ngerasain. Sedangkan di tempat umum, ada orang lain yang juga menggunakan fasilitas umum tersebut. Pls deh, respect with others, ada rasa tenggang rasanya dong!. Tapi ini orang tuh sebaliknya, mentang2 bukan rumah sendiri, mentang2 bukan punya dia, jadi dia semena2 deh :(. Hiiiiiyyy... gemes!!!

Veilicious! The truth beauty is wrapped in a beautiful way...